Kunjungan ke-7
23 September 2012
Verry Anggara

 

Kunjungan kali ini hanya dilakukan oleh  Verry Anggara seorang karena rekan-rekan yang lain berhalangan hadir karena ada kegiatan/urusan lain yang tidak bisa ditinggalkan. Agenda untuk kunjungan kali ini adalah :

  1.  Mengecek progress gerobak
  2. Survey ke calon Supplier Roti (Mas Eko)
  3. Penjurian
  4. Kunjungan ke calon tempat jualan (RS Pasir Koja)
  5. Bertemu dengan pak Haji Baso (Pemilik Alfamart Kalibaru, salah satu calon tempat jualan)
  6. Membeli gembok dan rantai untuk gerobak

 

Verry mengunjungi CIlincing sejak jam 9 pagi. Tempat pertama yang dikunjungi adalah tempat pembuatan gerobak (Mulia Baru ALuminium), dia berdiskusi dengan penjual gerobak dan memantau perkembangan gerobak. Gerobak yang dipesan sudah jadi, tinggal dipasangi kaca saja. Kaca ini belum dipasang sebelum gerobak diantarkan ke klien agar menghindari resiko pecah saat disimpan. Seharusnya kami sudah melunasi dan mengambil gerobak pada hari tersebut namun uang tahap 1 dari Unlever sudah habis untuk DP dan transportsi. Pemilik Mulia Baru ALuminium mengatakan bahwa apabila gerobaknya ditinggal untuk waktu yang lama akan mengganggu proses produksi mereka, karena tempat kerja mereka yang kecil sehingga apabila pesanan yang belum diambil menumpuk akan menyebabkan ruang kerja mereka makin sempit. Kami belum bisa melunasinya dan berencana untuk membayarnya minggu depan. Terima kasih untuk pemilik Mulia baru ALuminium yang mengerti kondisi tim Rokus.

Setelah memilih jenis kaca yang akan digunakan untuk gerobak, Verry bertemu dengan bu Yus di rumahnya. Kemudian mereka mengunjungi depot calon supplier roti yang berada di Cilincing, mas Eko, yang berjarak sekitar 2-3 km dari rumah Bu Yus. Di depot, tersedia berbagai jenis roti yang mas Eko sediakan untuk penjual roti yang ada di CIlincing. Roti yang ditawarkan mas Eko untuk menjadi bahan baku adalah roti “Moca”.

Roti Moca

 

Roti ini diproduksi rutin oleh mas Eko dan biasanya dijual dengan isi selai berbagai rasa. Ada perbedaan antara roti Moca dengan roti yang kami gunakan di Bandung, roti ini memiliki ukuran yang lebih besar, dan tekstur yang lebih halus. Roti ini dijual dengan harga Rp1.500 dan mas Eko menyanggupi untuk mengantar roti tiap hari sesuai pesanan kami. Mas Eko tidak perlu dibuatkan kontrak kerjasama, cukup bayar tunai saja begitu roti sudah diantar. Verry masih belum close deal dengan mas Eko karena harga bahan baku roti yang terlalu mahal dan masih perlu dibicarakan dengan tim.

Lalu kami bertemu dengan Bu Indri dan Bu SInta, tim Juri dari Unilever yang akan mengunjungi Cilincing. Kami bertemu juri di Alfamart kalibaru, yang merupakan salah satu calon tempat jualan kami nantinya. Verry mengenalkan tim juri dengan bu Yus dan dibawa untuk melihat gerobak kami yang sudah 90% jadi. Tim Juri memberi banyak tanggapan positif dan masukan untuk Rokus, mencari lebih banyak calon klien untuk mengantisipasi calon klien yang mengundurkan diri serta untuk memperhatikan kebersihan produk makanan yang kami jual.

 

Setelah berdiskusi sekitar 1 jam, tim Juri pamit dan tak lama kemudian bu Yus juga pulang. Kemudian Verry melanjutkan survey ke Kantin RS Pasir Koja yang merupakan salah satu alternatif tempat jualan kami. Tempat tersebut memang ramai pengunjung dan sangat menjanjikan untuk berjualan. Hanya saja biaya sewa tempat tersebut cukup mahal, yaitu Rp1.000.0000 untuk 2 bulan pertama, bulan berikutnya Rp300.000. Selain di areal kantin rumah sakit, sebenarnya pedagang yang ingin berjualan di RS Pasir Koja juga bisa berjualan di area luar rumah sakit. Untuk berjualan, hanya perlu izin di RT setempat namun opsi tersebut illegal karena tidak ada izin resmi dan beresiko mengalami penggusuran apabila ada razia dari Satpol PP.

Setelah dari rumah Sakit pasir Koja, Verry menuju ke rumah Pak Haji Baso, pemilik Alfamart kalibaru sebagai tempat jualan produk Rokus. Verry ingin bertemu untuk menandatangai kesepakatan kerjasama, sebelumnya kita sudah janji untuk bertemu dengan Pak Haji Baso di rumahnya jam 2 sore sejak 2 hari sebelumnya, namun sayangnya setelah menunggu dari jam 2 – 4 sore di rumahnya ternyata pak Haji Baso tak kunjung datang. Setelah Verry telepon, ternyata beliau sedang di rumah sakit untuk menjenguk keponakannya yang habis operasi.

 

Senin 24 September 2012

Hari Senin 24 September 2012, Bu Indri datang ke Bandung sebagai pembicara seminar Unilever di ITB. Sebelum seminar, dia ingin mengunjungi depot rokus yang ada di Bandung. Bu Indri tiba di bandung sekitar pukul 10, lalu dijemput Verry dan diantar ke depot rokus milik WIlliam yang ada di daerah pelesiran. Setibanya di depot tersebut, William yang sudah menunggu kemudian menjelaskan mengenai cara pembuatan roti kukus. Bu Indri juga menyempatkan untuk mencoba beberapa varian roti kukus yang kami buat. Dalam kunjungan tersebut kami juga berdiskusi banyak mengenai perkembangan lomba ULAS dan perkembangan tim lain.

Terkait Rokus, awalnya kami diragukan di awal periode project berjalan karena berbagai kendala di lapangan namun setelah Bu Indri melihat lokasi di Cilincing dan berdiskusi langsung dengan kami, dia yakin project Rokus bisa berjalan dan memberi dampak positif bagi masyarakat Cilincing.