web analytics

Posts tagged ·

masyarakat

·...

Story About ULAS #3

no comments

Kunjungan ke-4

Dalam kunjungan ke-4, kami melakukan pendekatan ke supervisor dan warga yang akan menjadi mitra untuk menjual roti kukus. Kami berkunjung ke Koperasi Kasih Indonesia (KKI), bertemu Kak Leon dan pergi ke pasar untuk mencari supplier roti.

  • Penjual roti Rahmat

Lokasi : dekat tempat DVD.

Kami kembali ke tempat penjual roti Rahmat, tetapi tidak bisa menemukan roti tersebut karena rotinya sudah habis terjual.

  • Pak Jumedi

Dia memberi informasi untuk menjadi roti di :

PD. Marisa Food

Ruko Angke Permai

Jl. Jelambar Fajar No.3/3 Jakarta Utara

Rotinya sudah habis, namun dia menawarkan roti bulat untuk dipanggang; Rp 5500 (19-20 biji).

 

Kami juga mencari spot untuk tempat berjualan

  • Depot + tempat jual tanpa gerobak (Rp 550.000/bulan)

Jl. Kelapa dua (agak masuk gang dikit, tapi langsung jalan raya; bisa masuk motor dan parkir; lalu lintas orang yang lewat juga ok).

  • Depan Indomaret (lalu lintas orang yang lewat ok)

Cilincing Baru; Jl. Ancol 1/9 10, Ancol (Sebulan Rp 450.000

Hub : Pak Sugi 70095263

  • Depan Alfa mart (lalu lintas orang yang lewat ok)
  • Depan mini market lestari (samping pasar; lalu lintas orang yang lewat ok)
  • Dekat Sekolah SMA 74 (potensi paling besar untuk nitip jual – konsinyasi)

Ada sekitar 10 sekolah dekat sana (SD/SMP Strada; SD/SMP/SMA Darul Malib; SMP Nurul Pala; Sekolah SMP/SMA; SD Nurul Pala; SMA 114; SMP 244; SMP 266; SMP 143; SD/SMP Sahid; SMK 5; PGRI; SMK 4; SMK 15; SMP 200; SMA 115; SMK 49; SMAN 5; Dayarat; SMAK 5)

 

Diskusi dengan Kak Leon (15-20 minutes)

  • Bagaimana meningkatkan motivasi & semangat klien untuk menjual?
  • Buat persiapan ketika ditanya oleh supervisor & klien.
  • Perlu control untuk pilot project; agar bisa ditiru oleh klien berikutnya.

Dilanjutkan dengan bertemu Bu Yus (supervisor) dan Bu Wiwid.

 

Kunjungan ke-5
Minggu, 9 September 2012

 

Kami be-4 pergi ke Cilincing & bertemu dengan pembuat gerobak, dengan dana tahap pertama yang diberikan Unilever kami membayar DP untuk pemesanan 3 buah gerobak. Dengan ukuran 1,5m x 0,8m x 2m.

 

Kemudian kami pergi mengunjungi Bu Yus (supervisor Rokus di Cilincing), diskusi mengenai markas Rokus untuk menyimpan bahan baku (selai & roti kukus) dan Bu Yus bersedia rumahnya digunakan sebagai markas Rokus.

Spot penjualan yang disewakan berlokasi di depan alfamart milik Pak Haji Baso, namun beliau tidak adal di rumah ketika kami mengunjungi rumahnya. Kami akan mengontaknya untuk fiksasi spot penjualan & kontrak perjanjian.

 

Kunjungan ke-6
William, Vincent & Hendydy
16 September 2012
3 hal yang kami lakukan :

1. Fiksasi spot penjualan

Spot penjualan yang sudah fix adalah di depan Alfamart di daerah Cilincing, sayangnya pemilik Alfamart ini tidak bisa ditemui namun dari pembicaraan melalui telepon sudah fix, yang tersisa adalah kontrak.

2. Memantau pembuatan Gerobak

Kami juga memantau pembuatan 3 buah gerobak, menambahkan beberapa spesifikasi gerobak dan pengerjaan dijanjikan selesai minggu depan.

3. Training cara pembuatan roti dengan Bu Yus, Bu

William membawa bahan baku : roti, keju, selai dan susu kaleng dari Bandung. Kami semua berkumpul di rumah supervisor (Bu Yus), di sana terlah berkumpul Bu Yus, Bu Wiwit, dan Bu Murtini. Kami mengajarkan proses pembuatan roti kukus melalui video & praktek lalu diskusi mengenai teknik penjualan.

Story About ULAS #2

no comments

Di bulan Juli 2012

William Lautama (gw sendiri), Vincent Chow, Verry Anggara, dan Hendydy Kwik sebagai tim Rokus, mengikuti Unilever Leadership Actions on Sustainability (ULAS). ULAS adalah program yang diinisiasi oleh Unilever Indonesia dan FEUI yang menggerakkan pemuda untuk melakukan aksi nyata berbasis sustainability dalam menyelesaikan berbagai permasalahan di masyarakat. informasi lebih lengkap di http://unilever-ulas.com

Rokus adalah “roti kukus waralaba” yang akan memberikan fasilitas (gerobak, seragam, bahan) dan edukasi (dasar akuntansi dan manajemen) untuk masyarakat yang kurang mampu agar mereka dapat menjalankan bisnis roti kukus untuk mendapatkan penghasilan lebih, mencapai kesejahteraan, dan kehidupan yang lebih baik. Keuntungan dari penjualan akan digunakan untuk menyediakan fasilitas lainnya bagi mereka yang membutuhkan sebanyak mungkin untuk memastikan bahwa ini adalah apa yang kita sebut “Sustainability“. Video tentang ide kami klik di sini.

 

Kunjungan ke-1

William & Vincent mengunjungi pasar tradisional Cilincing. Kami mencari toko yang menjual fasilitas yang dibutuhkan untuk kegiatan operasional Rokus seperti : pisau, toples, tabung gas, buleung, lap talenan, solet, dan lain-lain.

 

Selain fasilitas, kami juga mencari warung yang menjual selai.

 

Kunjungan ke-2

Hendydy dan Verry mencari supplier dan vendor untuk membuat Gerobak. Kami menemukan beberapa toko yang spesialis pembuat berbagai peralatan dari aluminium. Toko tersebut menawarkan harga gerobak ± 2 juta Rupiah untuk desain yang kami berikan.

 

Kunjungan ke-3

Setelah berdiskusi dengan kedua mentor, ada beberapa hal yang harus di follow-up secepatnya yaitu, supplier roti, supplier selai (karena kami ingin menggunakan kualitas selai yang lebih baik dari selai yang dijual di pasar tradisional Cilincing), dan supplier gerobak.

Kunjungan ke-3 di Cilincing, kami mencari beberapa spot penjualan gerobak roti kukus. Kami memilih sewa teras di Alfamart & Indomaret di sekitar Cilincing dengan lalu lintas ± 300 orang/hari di setiap toko.

 

Persiapan berikutnya adalah bahan baku, mencari mitra & fiksasi lokasi penjualan :D