web analytics

Posts tagged ·

intern to MACH

·...

Intern to MACH, Microsoft part 4

no comments

Dalam post ini gw mau share bagaimana kita berhemat, terutama gw yang berasal dari Indonesia. Gw bisa menikmati makan dengan 10 – 15 ribu di Bandung atau 20 – 25 ribu di Jakarta, sedangkan di Singapore gw harus merogoh kocek $3 – $6 untuk sekali makan ≈ 25 – 45 ribu. Tidak hanya harga makanan, standar harga barang rumah tangga bahkan transportasi di sini sekitar ±2x harga di Jakarta. Pengeluaran ini terlalu besar dibandingkan dengan pemasukan gw dari kantor. Jadi gw & teman-teman intern sepakat untuk membeli bahan makanan dari supermaket di Tiong Bahru Plaza. Gw menyarankan untuk belanja di Fair Price, harganya cukup fair hehehe

Setiap orang patungan $20 untuk membeli berbagai macam beras, sayuran, daging, bumbu, minyak, dan lain-lain. Di sini hidup gw dkk bergantung kepada Champ, intern dari Thailand, yang pintar masak. “I’m cooking today for the dinner. Please don’t forget to bring your own plate. At Tiong Bahru Global Residence Room 0409”. Thank you for make us full, Champ :D

Soal bersih-bersih, selama ini gw hidup nyaman di Bandung dengan menitipkan pakaian kotor dan mengambil pakaian bersih dari ibu yang melayani jasa cuci baju dekat kos. Namun di Singapore, semua harus mandir jadi gw menggunakan mesin cuci dan setrika di setiap kamar apartemen. Di malam hari gw BBM nyokap tentang kehidupan sehari-hari, lalu dia bilang “makanya banyak orang yang belajar & kerja di luar negeri lebih sukses & disiplin”. Gw langsung ingat teman-teman yang kuliah di luar negeri… I am proud of them.

Ohya, kerja di Microsoft tidak harus hadir di kantor 9 to 5, as long as kita bisa koordinasi dalam project dan get the job done, kita diperbolehkan kerja dimanapun. Kadang-kadang ada tempat yang tidak bisa dikunjungi saat weekend, jadi gw menyelesaikan pekerjaan lebih cepat supaya bisa pulang awal. Gw & Alanda pergi mengunjungi IKEA, perusahaan yang menjual furniture & semua perlengkapan rumah. Hal yang paling menarik adalah cara kreatif menata produknya, nonton videonya di sini.

Di minggu terakhir, semua kelompok mempresentasikan idenya di depan dewan juri & teman-teman tim lainnya. Dewan juri merupakan mereka yang menduduki jabatan Direktur di Microsoft bagian Asia Pasifik. Setelah presentasi, kami berfoto bersama sebagai tim selama. Intern to MACH dari Indonesia juga tidak ketinggalan : Romi, gw, Nanda, Alanda, Divya, dan Ravina, sedangkan Fransiska sedang mengikuti program di USA.

Setelah melalui seluruh pekerjaan yang menyenangkan, Microsoft Singapore memberikan hiburan : tiket masuk Universal Studios Singapore (USS) untuk kami semua. Very excited! Akhirnya gw akan berpetualang di USS :D

Akhirnya sampai minggu terakhir gw belum mendapatkan 3 request oleh-oleh dari sahabat gw di Indo :

  1. Celana pendek bergambar merlion
  2. Globe Universal Studio
  3. 5 buah baut MRT

ada yang tau dimana gw bisa mendapatkan ke-3 barang tersebut? :D

Related posts :
Intern to MACH, Microsoft part 1
Intern to MACH, Microsoft part 2
Intern to MACH, Microsoft part 3

@WilliamLautama

Intern to MACH, Microsoft part 3

no comments

Program intern to MACH, Microsoft memilih 25 mahasiswa undergraduate dari Indonesia (7), Singapore (7), Malaysia (6), Vietnam (2), Thailand (2), dan 8 mahasiswa MBA. Seluruh 32 intern ini dibagi dalam 5 tim dan hari-hari kami selanjutnya diisi dengan meeting bersama tim untuk merancang marketing plan Windows Phone.

Dalam 1 minggu, biasanya Anna mengadakan lunch & learn session dengan leader di Microsoft Singapore. Kami memiliki akses untuk booking ruang meeting. Kami bisa memilih ukuran ruangan yang diperlukan, jam booking ruangan, dan invite teman meeting dari layar laptop. Really high tech & efficient! Kalau saya sedang bekerja mandiri boleh sesuka hati dimana saja, biasanya di kantin, ruang café atau meja seperti di bawah ini.

Saat makan siang, biasanya kami makan di kantin dalam kantor atau keluar mencari tempat makan lain sepeti subway atau burger king. Kalau ingin berhemat, saya mengajak teman-teman makan di Lau Pa Sat.

Selama intern di Microsoft dengan lingkungan yang fun, kantor yang nyaman, dan partner kerja yang satu generasi merupakan pengalaman yang luar biasa. Saya belajar dari mereka semua : berpikir lebih kritis, berdebat menggunakan argumen yang disampaikan dengan elegan, dan tentunya bekerja profesional.

Saya juga mengalami kembali kenangan masa kecil, yaitu saat kami pergi dan pulang dari kantor. Semua intern tinggal bersama di apatemen Tiong Bahru sehingga setiap hari kami melalui rute perjalanan yang sama dari apartemen ke kantor : jalan kaki ke stasiun MRT di bawah Tiong Bahru Plaza, naik MRT ke stasiun Raffles Place, dan jalan kaki menuju gedung kantor di One Marina Boulevard. Kami jalan bersama seperti dulu saya kecil jalan bersama teman ke sekolah. What a memory, I feel excited :D

Saat weekend, kami jalan-jalan menikmati Singapore. Ada banyak tempat wisata yang menarik seperti Chinatown, Bugis, Orchard Road, dan lain-lain. Di Orchard, saya langsung membeli es-krim roti $1 :D

Kami juga merayakan ulang tahun teman-teman intern di kantor dengan surprise cake.

Suatu hari setelah ngantor, teman-teman intern mengajak makan di Wendy’s namun saya memilih makan dengan MBA guys. Little India menjadi tujuan makan malam kami dan saya dijamu luar biasa layaknya adik mereka :D

Kami makan bersama, mereka share banyak hal mulai dari kultur India yang makan dengan tangan, nama-nama makanan India, dan lain-lain. #DoUKnow India adalah negara yang sangat kaya akan rempah-rempah! Rasa makanan mereka sangat beragam.


Berinteraksi dengan teman-teman baru yang unik dari negara lain & staf Microsoft Singapore membuka pikiran saya mengenai sistem kemahasiswaan di kampus mereka sampai kehidupan setelah lulus. Saya bersyukur untuk kesempatan ini! Berkarir di luar negeri (meskipun hanya 1 bulan) merupakan cerita hidup yang tak ternilai.

Related posts :
Intern to MACH, Microsoft part 1
Intern to MACH, Microsoft part 2

@WilliamLautama

3 Selection Process Intern to MACH, Microsoft

2 comments

Sekitar akhir bulan Maret 2012, om Bill Gates menghubungi saya untuk bekerja sama mengembangkan OS Windows 8 #ngawur :P

Ok mungkin cerita di atas akan terjadi dalam beberapa tahun dari sekarang, hehehe… Jadi di Maret 2012, ada seleksi bagi mahasiswa untuk melakukan internship di Microsoft, nama programnya intern to MACH. Hal yang excited adalah kesempatan ini terbuka juga untuk mahasiswa tingkat akhir dan terbuka juga bagi jurusan yang non-IT.

Ada 3 tahap seleksi intern to MACH :

       1. Tahap Pertama

Download form aplikasi, isi, dan kirim. Isi form tentang informasi pribadi, pendidikan, tujuan yang ingin kita dapatkan dari program internship ini. Sekitar satu minggu kemudian, ada email yang akan mengabarkan hasil seleksi tahap pertama (contoh email di bawah ini). Bagi yang lolos, semoga bisa bertemu om Bill Gates ya hehehe :D

 

       2. Tahap Kedua

Focus Group Discussion (FGD) di labtek V, ITB. Ada beberapa hal menarik dalam proses FGD kali ini. Semua calon intern dibagi menjadi 4 grup & setiap grup terdiri dari 6 orang dengan skenario membahas penjualan produk baru – Microsoft Roundtable kepada perusahaan impor-ekspor ‘International One’ yang dilakukan selama 45 menit (full english) dan kami diberikan 2 kesempatan untuk bertanya kepada 3 pengawas yang berperan sebagai pihak dari ‘International One’ dimoderatori oleh Anna, HR Microsoft.

Setelah FGD, setiap kelompok presentasi dan melakukan tanya jawab secara bergantian. Sekitar satu bulan kemudian ada email konfirmasi dari Microsoft yang menginformasikan hasil FGD dan pemberitahuan tahap selanjutnya.

 

       3. Tahap Ketiga

Tahap ketiga ini adalah phone interview yang dilakukan dalam bahasa inggris oleh tim Microsoft Indonesia, Pak Markus dan Pak Norman adalah tim yang menginterview saya. Interview dimulai dengan menceritakan siapa diri saya. Pak Markus bertanya mengenai prinsip dalam bekerja, pendapat mengenai kondisi, dan karakter. Selanjutnya dia banyak bertanya mengenai project atau aktivitas, terutama yang berkaitan dengan posisi sales yang saya apply. Saya bersyukur selama ini ditempa dan melalui banyak situasi dinamis, pengalaman ini menjadi bekal ketika menjawab interview. Phone interview dengan Pak Markus berlangsung cukup lama, hampir satu jam. Interview ke-2 dengan Pak Norman, beliau lebih banyak bertanya tentang hal-hal yang teknis, pengetahuan tentang dunia IT, dan gadget.

 

Keesokan harinya, saya ditelepon dan mendapat email dari Anna. Puji syukur saya dipilih sebagai peserta program intern to MACH, Microsoft bersama 6 mahasiswa Indonesia lainnya :)

Kesempatan berkarir di Microsoft Indonesia selama 6 minggu dan Microsoft Singapore selama 6 minggu menanti. Hmm… I wish they will send me to Microsoft office HQ in Seattle hehehe :D

 

 

 

Ngapain saja kerja di Microsoft? Baca ceritanya selanjutnya di sini

Feel free to discuss or ask anything on my twitter @WilliamLautama