web analytics

Danamon Young Leaders Award (DYLA) – day 1

no comments

Sambungan dari post sebelumnya

Danamon Young Leaders Award (DYLA) adalah program character development, workshop, dan kompetisi. Setelah menerima telepon dari tim DYLA, gw packing bersiap mengikuti program DYLA pada tanggal 16 Desember – 21 Desember di Bogor. Sambil packing, gw membayangkan tempat penginapan yang asri (dari foto di pdf yang dikirimkan panitia DYLA), udara yang segar, perbaikan gizi hahaha :D yang terpenting ilmu dan pengalaman yang pastinya luar biasa serta sahabat baru, yeay!

Transportasi dan fasilitas yang disediakan untuk peserta DYLA berkelas eksekutif, disesuaikan dengan daerah dimana kita berada. Ada yang dijemput dengan travel atau pesawat. Semuanya ditanggung oleh Danamon Corporate University, baik pergi maupun pulang. Kami dikumpulkan bersama selama 4 hari 3 malam untuk mengikuti program pembelajaran (setiap tahun memiliki tema program yang berbeda) di Danamon yang memberi WOW Effect dan menjadi bekal berharga untuk menghadapi tantangan di dunia nyata nantinya. Kesempatan untuk saling mengenal dan membangun hubungan dengan peserta terpilih dari seluruh Indonesia, mendapat materi workshop yang berkualitas, dan kompetisi yang menyenangkan dengan hadiah kompetisi berupa uang tunai sebesar total Rp 40.000.000.

Setiap tahun DYLA memiliki tema yang berbeda dan ini berkaitan dengan kompetisi yang akan dilakukan selama mengikuti program. Tema di tahun 2012 adalah Fokus pada kekuatan dan kelola lah kelemahan. Psikologi dewasa ini memiliki kecenderungan untuk fokus pada sisi positif manusia. Salah satu institusi yang menyebarluaskan gagasan ini adalah Gallup Incorporation. Gallup mengembangkan alat untuk membantu kita mengenali kekuatan yang ada pada diri kita masing-masing. Alat yang terbaru adalah StrengthsFinder 2.0, seseorang yang mengikuti asesmen tersebut dapat mengenali 5 talenta dominannya yang dapat digunakan sebagai pijakan untuk sukses. Setiap orang tidak sama, dan setiap orang unik. Daripada menghamburkan waktu kita untuk berusaha meniru-niru orang lain, bukankah lebih baik kalau kita fokus ke dalam diri sendiri, berusaha mengenali kekuatannya dan membangkitkan semua talenta yang ada pada dirinya untuk mencapai sukses?

 

The goal is not to fix our weakness, the goal is to amplify our strength
Simon Sinek

16 Desember 2012 – day 1

Dalam program ini, 20 mahasiswa/i terbaik dari seluruh Indonesia yang sudah diseleksi dan memenuhi kualifikasi dikumpulkan di Kampus Danamon Corporate University – Ciawi, Bogor. Pusat training dengan fasilitas lengkap milik Bank Danamon. Ada fasilitas kamar untuk menginap, banyak kelas-kelas, koperasi, tempat hiburan seperti karaoke, teater, tempat olahraga seperti basket, futsal, dan juga mini bank Danamon tempat karyawan Danamon praktek kerja. Kebutuhan primer mulai sarapan, coffee break, tool kits, laundry dan fasilitas lainnya yang menunjang kegiatan ini juga disediakan oleh panitia. Asyiek banget :D

Di hari pertama acaranya masih acara bebas, begitu sampai di Ciawi kita langsung dijamu makan malam lalu acara bebas untuk kebersamaan. Kami saling berkenalan dan bercanda ria :D

 

Baca terus pengalaman DYLA hari berikutnya yang lebih seru, follow me on @WilliamLautama

Be Sociable, Let's Share!

Rahasia Memancing Kepiting

no comments

 

Tahukah kamu bagaimana cara memancing kepiting?

Cara yang paling umum digunakan adalah menggunakan sebatang bambu, mengikatkan tali ke batang bambu itu, dan mengikat sebuah batu kecil di ujung lain tali. Lalu kita ayunkan bambu agar batu di ujung tali terayun menuju kepiting yang diincar, ganggu kepiting itu dengan batu…. ganggu agar kepiting itu marah dan kalau berhasil maka kepiting itu akan ‘mencapit’ tali atau batu itu dengan geram, capitnya akan mencengkeram batu atau tali dengan kuat sehingga kita dapat mengangkat bambu dengan ujung tali berisi seekor kepiting yang sedang marah. Kamu bisa menebak apa yang terjadi berikutnya… Nasib kepiting tersebut ada di dalam kendali kita, kepiting tersebut sudah tidak berkuasa lagi atas dirinya!

 

 

Apa pelajaran moral dari kisah ini?

Kita sering melihat banyak orang dalam kesulitan, menghadapi masalah, kehilangan peluang, kehilangan jabatan, bahkan kehilangan segalanya karena MARAH.

Jadi kalau kita menghadapi masalah atau kondisi yang tidak diharapkan, baik itu ‘batu kecil atau batu besar’, hadapilah dengan bijak! Redam kemarahan sebisa mungkin, tunda respon 2-3 detik dengan menarik napas panjang, kalau perlu pergilah ke kamar kecil, cuci muka atau basuhlah tangan dengan air dingin, agar murka mereda dan kita dapat merespon dengan sepantasnya.

Biarpun hati panas, kepala harus tetap dingin supaya dapat berpikir dengan jernih :D

 

 

Semoga kita selalu mengingat cerita ini sebelum terpancing emosi dan meledak marah
William Lautama

Be Sociable, Let's Share!

2 Tips Mempersiapkan Diri

no comments

 

Tidak ada pola yang pasti untuk sukses, namun ada tips yang akan gw yakin akan memperbesar peluang keberhasilan kita. Di akhir tahun 2012 kemarin, gw apply program Danamon Young Leaders Award (DYLA). Salah 1 syarat untuk menjadi peserta DYLA adalah mengirimkan artikel bertema ‘Penggunaan Media Sosial untuk Meningkatkan Kualitas Manusia dan Lingkungan Kerja di Suatu Perusahaan’. Tema essay cukup familiar buat gw sehingga tantangan pembuatan essay adalah mengembangkan ide bagaimana media sosial bermanfaat dalam internal perusahaan sesuai tema ini. Penilaian tim DYLA sendiri adalah pemahaman tentang tema yang diusung & orisinalitas ide-ide yang disampaikan.

 

10 Desember 2012

Hari pengumuman peserta yang diterima program DYLA namun sayangnya gw tidak menemukan nama ‘William Lautama’ di daftar nama 20 mahasiswa yang terpilih.  Setelah merenung, gw ingat di publikasi bahwa DYLA akan mengambil 25 mahasiswa untuk mengikuti program ini jadi gw mengirimkan email untuk menanyakan hal tersebut sambil berharap mereka lupa dan menambahkan 5 nama peserta tambahan, optimis nama gw muncul hehehe

Mereka merespon bahwa pada akhirnya keputusan dewan juri adalah memilih 20 mahasiswa saja dan evaluasinya adalah gw terjebak ke dalam menjelaskan secara panjang-lebar tentang apa itu sosial media dan justru memberi porsi kecil pada bagian ‘apa dan bagaimana media sosial dapat berkontribusi bagi peningkatan kualitas manusia dan kualitas lingkungan kerja’. Gw gagal (lagi) dan belajar (lagi) dari kesalahan kali ini :D

 

14 Desember 2012, 14.00

Gw lagi main dengan teman kos dan baru melihat layar hp (15.30) ada 3 misscall dari +6221… “nomor Jakarta, hmm… siapa ya?” Gw telepon balik, pria yang menjawab di ujung sana adalah satpam Bank Danamon. “Gotcha!” Gw menjelaskan panjang lebar sikon ini dan minta tolong dihubungkan dengan orang dalam kantor yang menjadi PIC program DYLA. Dia menjelaskan kalau ada peserta yang mengundurkan diri dan nama gw ada di daftar waiting list urutan pertama. Dia menelpon gw tadi siang untuk menawarkan kesempatan gw untuk mengikuti program DYLA. Sayangnya tadi siang gw tidak menjawab telepon tersebut sehingga kesempatan ini dia berikan untuk peserta di daftar waiting list urutan kedua. *eng ing eng

Rasanya seperti melewatkan kesempatan berkenalan dengan jodoh karena gengsi hahaha *ilustrasi yang aneh* Sebelum menutup telepon, gw titip pesan “Jika ada peserta yang mengundurkan diri lagi, tolong langsung input nama saya sebagai peserta. Saya pasti bisa mengikuti program DYLA minggu depan.” sebagai usaha terakhir.

 

15 Desember 2012

Keesokan paginya PIC program DYLA kembali menelpon gw dan mengabarkan bahwa ada kesempatan gw bisa mengikuti DYLA karena ada 1 peserta lagi yang mengundurkan diri dan mempersiapkan diri datang ke Kampus Danamon Corporate University – Ciawi, Bogor keesokan harinya #bersyukur #GangnamStyle

 

Ada pelajaran ‘menyentil’ dari pengalaman ini :
   1. Effort To The Max
Usaha semaksimal mungkin, gw terus bertanya “Apakah masih ada yang bisa gw lakukan?” sampai gw sendiri tidak bisa menjawabnya. Mulai dari usaha untuk telepon balik, menjelaskan kepada satpam, menunggu, telepon lagi (yang berarti menghabiskan banyak pulsa), dan titip pesan konfirmasi menyanggupi ikut program jika ada kesempatan – semua gw lakukan padahal belum tentu hasilnya positif.
Dalam konteks lain seperti mendaftar beasiswa, mencari kerja, mengerjakan proyek, dan lain-lain juga memiliki peluang berhasil yang lebih besar jika usaha kita extramile. Kenapa perlu extramile? Jika orang-orang pada umumnya mencari 5 referensi maka kita cari 6/7 referensi maka hasil pekerjaan kita akan lebih baik daripada umumnya.

   2. If anything can go right, it will
Ini quote imajinasi gw sendiri, terinspirasi dari Murphy’s law or the fourth law of thermodynamics – if anything can go wrong, it will. Intinya, jika sesuatu sudah sepantasnya terjadi maka terjadilah meskipun lingkungan di sekeliling kita mengatakan hal tersebut tidak mungkin terjadi. Ketika menunggu pengumuman, gw selalu berserah sambil mengharapkan yang terbaik dan ketika diumumkan tidak lolos ya diterima dengan lapang dada karena gw percaya kalau kita memang sudah pantas untuk menerima rezeki dari-Nya, maka dengan cara apapun pasti rezeki tersebut akan sampai di tangan kita… Aal Izz Well :D

 

Semoga sukses dalam apapun yang ingin diraih
@WilliamLautama

Be Sociable, Let's Share!

1 More Reason Why I Have to be Rich

no comments

At one random night, I thought about human’s life that most of us work to (generally) pursue career and the goal is make more money. The common idea people think is when we have money, we feel save because we can afford (almost) anything.

My mind suddenly wonder what if money is not our problem anymore. So, I tweet on my twitter account @WilliamLautama

 And I was touched by reply from @reginaethan

I could not be more agree! My mom always value education, she was the only one who encouraged me to pursue my education at Bandung Institute of Technology although I already satisfied accepted at one of good university in Bandung and I am very grateful for that, thanks mom :D

I am sure if my parents have more money, they would have been sent me study overseas then I will come back to Indonesia and be the light for this country as Regina said. She also replied.

I am sure there so many talents on rural area around Indonesia who should get qualified education like us but they could not because of fundamental problem : lack of money! I hate to admit that but I could not do anything… at least for now. So, I texted her

Someday, I am going to be rich for sure and help brilliant mind to get qualified education. I know how unfortunate not to get a good education and how grateful to get it, so at that night I have 1 more reason why I have to be rich! What is your reason to be rich?

 

@WilliamLautama

Be Sociable, Let's Share!

Intern to MACH, Microsoft part 4

no comments

Dalam post ini gw mau share bagaimana kita berhemat, terutama gw yang berasal dari Indonesia. Gw bisa menikmati makan dengan 10 – 15 ribu di Bandung atau 20 – 25 ribu di Jakarta, sedangkan di Singapore gw harus merogoh kocek $3 – $6 untuk sekali makan ≈ 25 – 45 ribu. Tidak hanya harga makanan, standar harga barang rumah tangga bahkan transportasi di sini sekitar ±2x harga di Jakarta. Pengeluaran ini terlalu besar dibandingkan dengan pemasukan gw dari kantor. Jadi gw & teman-teman intern sepakat untuk membeli bahan makanan dari supermaket di Tiong Bahru Plaza. Gw menyarankan untuk belanja di Fair Price, harganya cukup fair hehehe

Setiap orang patungan $20 untuk membeli berbagai macam beras, sayuran, daging, bumbu, minyak, dan lain-lain. Di sini hidup gw dkk bergantung kepada Champ, intern dari Thailand, yang pintar masak. “I’m cooking today for the dinner. Please don’t forget to bring your own plate. At Tiong Bahru Global Residence Room 0409”. Thank you for make us full, Champ :D

Soal bersih-bersih, selama ini gw hidup nyaman di Bandung dengan menitipkan pakaian kotor dan mengambil pakaian bersih dari ibu yang melayani jasa cuci baju dekat kos. Namun di Singapore, semua harus mandir jadi gw menggunakan mesin cuci dan setrika di setiap kamar apartemen. Di malam hari gw BBM nyokap tentang kehidupan sehari-hari, lalu dia bilang “makanya banyak orang yang belajar & kerja di luar negeri lebih sukses & disiplin”. Gw langsung ingat teman-teman yang kuliah di luar negeri… I am proud of them.

Ohya, kerja di Microsoft tidak harus hadir di kantor 9 to 5, as long as kita bisa koordinasi dalam project dan get the job done, kita diperbolehkan kerja dimanapun. Kadang-kadang ada tempat yang tidak bisa dikunjungi saat weekend, jadi gw menyelesaikan pekerjaan lebih cepat supaya bisa pulang awal. Gw & Alanda pergi mengunjungi IKEA, perusahaan yang menjual furniture & semua perlengkapan rumah. Hal yang paling menarik adalah cara kreatif menata produknya, nonton videonya di sini.

Di minggu terakhir, semua kelompok mempresentasikan idenya di depan dewan juri & teman-teman tim lainnya. Dewan juri merupakan mereka yang menduduki jabatan Direktur di Microsoft bagian Asia Pasifik. Setelah presentasi, kami berfoto bersama sebagai tim selama. Intern to MACH dari Indonesia juga tidak ketinggalan : Romi, gw, Nanda, Alanda, Divya, dan Ravina, sedangkan Fransiska sedang mengikuti program di USA.

Setelah melalui seluruh pekerjaan yang menyenangkan, Microsoft Singapore memberikan hiburan : tiket masuk Universal Studios Singapore (USS) untuk kami semua. Very excited! Akhirnya gw akan berpetualang di USS :D

Akhirnya sampai minggu terakhir gw belum mendapatkan 3 request oleh-oleh dari sahabat gw di Indo :

  1. Celana pendek bergambar merlion
  2. Globe Universal Studio
  3. 5 buah baut MRT

ada yang tau dimana gw bisa mendapatkan ke-3 barang tersebut? :D

Related posts :
Intern to MACH, Microsoft part 1
Intern to MACH, Microsoft part 2
Intern to MACH, Microsoft part 3

@WilliamLautama

Be Sociable, Let's Share!

Intern to MACH, Microsoft part 3

no comments

Program intern to MACH, Microsoft memilih 25 mahasiswa undergraduate dari Indonesia (7), Singapore (7), Malaysia (6), Vietnam (2), Thailand (2), dan 8 mahasiswa MBA. Seluruh 32 intern ini dibagi dalam 5 tim dan hari-hari kami selanjutnya diisi dengan meeting bersama tim untuk merancang marketing plan Windows Phone.

Dalam 1 minggu, biasanya Anna mengadakan lunch & learn session dengan leader di Microsoft Singapore. Kami memiliki akses untuk booking ruang meeting. Kami bisa memilih ukuran ruangan yang diperlukan, jam booking ruangan, dan invite teman meeting dari layar laptop. Really high tech & efficient! Kalau saya sedang bekerja mandiri boleh sesuka hati dimana saja, biasanya di kantin, ruang café atau meja seperti di bawah ini.

Saat makan siang, biasanya kami makan di kantin dalam kantor atau keluar mencari tempat makan lain sepeti subway atau burger king. Kalau ingin berhemat, saya mengajak teman-teman makan di Lau Pa Sat.

Selama intern di Microsoft dengan lingkungan yang fun, kantor yang nyaman, dan partner kerja yang satu generasi merupakan pengalaman yang luar biasa. Saya belajar dari mereka semua : berpikir lebih kritis, berdebat menggunakan argumen yang disampaikan dengan elegan, dan tentunya bekerja profesional.

Saya juga mengalami kembali kenangan masa kecil, yaitu saat kami pergi dan pulang dari kantor. Semua intern tinggal bersama di apatemen Tiong Bahru sehingga setiap hari kami melalui rute perjalanan yang sama dari apartemen ke kantor : jalan kaki ke stasiun MRT di bawah Tiong Bahru Plaza, naik MRT ke stasiun Raffles Place, dan jalan kaki menuju gedung kantor di One Marina Boulevard. Kami jalan bersama seperti dulu saya kecil jalan bersama teman ke sekolah. What a memory, I feel excited :D

Saat weekend, kami jalan-jalan menikmati Singapore. Ada banyak tempat wisata yang menarik seperti Chinatown, Bugis, Orchard Road, dan lain-lain. Di Orchard, saya langsung membeli es-krim roti $1 :D

Kami juga merayakan ulang tahun teman-teman intern di kantor dengan surprise cake.

Suatu hari setelah ngantor, teman-teman intern mengajak makan di Wendy’s namun saya memilih makan dengan MBA guys. Little India menjadi tujuan makan malam kami dan saya dijamu luar biasa layaknya adik mereka :D

Kami makan bersama, mereka share banyak hal mulai dari kultur India yang makan dengan tangan, nama-nama makanan India, dan lain-lain. #DoUKnow India adalah negara yang sangat kaya akan rempah-rempah! Rasa makanan mereka sangat beragam.


Berinteraksi dengan teman-teman baru yang unik dari negara lain & staf Microsoft Singapore membuka pikiran saya mengenai sistem kemahasiswaan di kampus mereka sampai kehidupan setelah lulus. Saya bersyukur untuk kesempatan ini! Berkarir di luar negeri (meskipun hanya 1 bulan) merupakan cerita hidup yang tak ternilai.

Related posts :
Intern to MACH, Microsoft part 1
Intern to MACH, Microsoft part 2

@WilliamLautama

Be Sociable, Let's Share!

Rokus untuk Cilincing

no comments

Di Indonesia masih banyak penduduk yang hidup serba kekurangan di bawah garis kemiskinan. Kemiskinan merupakan akar dari semua permasalahan sosial yang dihadapi yaitu masalah pendidikan, kesehatan, lingkungan dan tempat tinggal yang layak, kelaparan, dan masih banyak lagi. Kemiskinan tersebut juga merupakan sebuah siklus dan diperlukan tindakan nyata yang memutuskan mata rantai kemiskinan untuk meningkatkan kesejahteraan hidup masyarakat Indonesia.

Karena kemiskinan, jutaan orang tidak bisa menikmati PENDIDIKAN sehingga mereka tidak berpengetahuan.
Karena kemiskinan, jutaan orang tidak mampu memenuhi kebutuhan primer dengan layak sehingga mereka lapar atau makan sembarangan dan pada akhirnya sakit serta sulit mendapatkan layanan KESEHATAN bagi masyarakat kurang mampu.
Karena kemiskinan, jutaan orang hanya mampu hidup dengan kondisi TEMPAT TINGGAL yang buruk.

Masyarakat miskin masih ditemukan di kota besar seperti Jakarta. Cilincing adalah sebuah daerah di Jakarta Utara dengan tingkat kemiskinan terbesar, mencapai ±19.000 keluarga (30% penduduk miskin di Jakarta Utara). Di kelurahan Kalibaru di daerah Cilincing ada ±8.400 keluarga miskin. Definisi miskin adalah hidup dengan pendapatan kurang dari $2 per hari atau sekitar Rp 19.000 saat tulisan ini dibuat (sumber : World Bank).

Cilincing, Jakarta Utara

Prihatin dengan keadaan yang terjadi di Cilincing ini, Juli 2012 lalu saya mengajak teman-teman melakukan perubahan di Cilincing. Bersama Hendydy Kwik, Vincent, dan Verry Anggara. Kami berempat mengikuti Unilever Leadership Actions on Sustainability (ULAS) dan bekerja sama dengan Koperasi Kasih Indonesia (KKI). ULAS adalah program yang diinisiasi oleh Unilever Indonesia dan FEUI yang mendukung pemuda melakukan aksi nyata berbasis sustainability dalam menyelesaikan berbagai permasalahan di masyarakat. KKI adalah sebuah lembaga microfinance yang memberikan pinjaman, edukasi, dan dukungan untuk meningkatkan kesejahteraan hidup masyarakat Cilincing.

Program kami bernama “Rokus : Roti kukus” yang menggunakan konsep waralaba/franchise. Kami melakukan inovasi bisnis model franchise yang umumnya berorientasi profit menjadi sosial. Kami menyediakan fasilitas (gerobak, peralatan, bahan) dan edukasi (dasar akuntansi dan manajemen) dengan dukungan dana dari Unilever untuk masyarakat yang kurang mampu agar mereka dapat menjalankan bisnis roti kukus dan bertujuan mendapatkan penghasilan lebih, mencapai kesejahteraan, dan kehidupan yang lebih baik. Sebagian besar keuntungan dari penjualan akan digunakan untuk mitra dan sebagian kecil disimpan untuk menyediakan fasilitas lain bagi mereka yang membutuhkan sebanyak mungkin sebagai konsep Sustainability, sehingga rokus dapat membanu kehidupan mitra saat ini dan calon mitra di masa depan. Rokus dalam bentuk video bisa dilihat di sini.

Dalam prosesnya kami menemukan beberapa kendala, yaitu : pertama jarak antara kami (yang berkuliah di Bandung) dengan para mitra di Cilincing yang cukup jauh sehingga kami membutuhkan waktu lebih panjang untuk tiba di Cilincing. Kami harus menempuh perjalanan subuh menggunakan travel dari Bandung ke Jakarta. Kedua, bahan baku cukup sulit ditemukan sehingga memakan banyak waktu dan tenaga. Ketiga, pencarian dan penawaran berbagai macam peralatan yang dibutuhkan dimana semua yang dibutuhkan untuk program ini harus memenuhi standar yang kami tetapkan.

Saat yang ditunggu-tunggu pun tiba, gerobak Rokus siap beroperasi. Senyuman terpancar jelas dari mitra untuk memulai awal yang baru dan lebih baik.

Sejak 5 Agustus 2012, setiap akhir minggu kami secara bergantian mengunjungi Cilincing untuk mengeksekusi program rokus. Penjualan rokus telah berlangsung selama sebulan dan menunjukkan hasil yang cukup memuaskan untuk menambah penghasilan. Mitra kami saat ini memiliki penghasilan Rp 10.000 – Rp 35.000 per hari. Penghasilan ini mereka gunakan untuk biaya hidup sehari-hari Bu Yus, uang sekolah anak Bu Emi, dan sepeda anak Bu Wiwit sebagai hasil nyata program rokus. Kami percaya perubahan ini akan  merubah nasib mereka sedikit demi sedikit.

Modal awal Rp 720.000 yang kami berikan di awal penjualan bertambah menjadi Rp 1.780.000 (bertumbuh 147%). Walaupun penjualannya masih fluktuatif, kami optimis rokus akan terus bertumbuh sambil tetap memberikan dukungan. Salah satu hal terpenting yang kami lakukan adalah mengedukasi warga yang dulunya menganggur dan sesekali dibayar untuk membersihkan kulit kerang menjadi individu yang memiliki keberanian dan sense bisnis untuk menjalankan usaha. Ada yang berinisiatif mencari pesanan dari arisan ibu-ibu di Cilincing atau menjual produk lain yang bisa mereka buat (es kacang) sambil berjualan roti.

Untuk mendapatkan sesuatu yang besar, diperlukan pengorbanan yang sepadan. Saya yakin semua pengorbanan dan usaha yang kami lakukan melalui program rokus dalam bentuk waktu, tenaga, pikiran, dan lain-lain akan berkembang serta menjadi solusi yang sustainable untuk membantu masyarakat Indonesia lebih banyak lagi.

 

Terimakasih
William Lautama
Tulisan ini adalah Aksi Untuk Indonesiaku di Lintas.Me

Be Sociable, Let's Share!

Story About Rokus #8

no comments

Kunjungan ke-13
10 November 2012
William Lautama, Vincent & Hendydy Kwik

Timeline project akan selesai 14 November, kami bersyukur Rokus dengan 3 mitra sudah berjalan selama 3 minggu dengan tantangan halang merintang yang memberikan kami pengalaman berharga untuk berpikir & bekerja keras menghadapi dinamika lapangan yang di luar ekspektasi. Hari ini kami berkumpul di rumah Bu Yus untuk berdiskusi mengevaluasi perkembangan Rokus. Secara keseluruhan, mitra mengaku sangat terbantu dengan kehadiran Rokus. Uang penghasilan dari Rokus digunakan untuk membiayai kehidupan sehari-hari, menambah uang untuk membeli sepeda anaknya, dan bayar uang sekolah. Bentuk Rokus adalah social enterprise maka KPI Rokus adalah financial performance dengan pertumbuhan 146% terhitung sejak Rokus mulai berjualan 16 Oktober 2012.

 

Tantangan mitra saat ini :

  • Bu Yus (14 roti kukus/hari)
    Penjualan menurun karena banyak warga yang mengontrak di kontrakan Bu Yus pindah sejak sistem pembayaran listrik menggunakan sistem voucher.
  • Bu Wiwit (20 roti kukus/hari)
    Penjualan Bu Wiwit cukup baik ditambah ada kabar baik dalam waktu 1 bulan tempat les dekat rumah Bu Wiwit akan dibuka.
  • Bu Emi (17 roti kukus/hari)
    Penjualan menurun karena ada warga yang meniru bisnis roti kukus dengan lokasi lebih strategis (tepat di pinggir persimpangan) dengan harga lebih murah, kami & juri terkejut karena roti kukus ini belum berjalan 1 bulan namun sudah ditiru.

Berdasarkan identifikasi di atas, permasalahan mitra Rokus saat ini adalah lokasi yang kurang mendukung maka kami mencari beberapa lokasi alternatif baru yang dekat dengan rumah mitra karena mereka harus menjaga anak-anaknya di samping berjualan rokti kukus.

Kiri – kanan : Hendydy, William, Bu Wiwit & anaknya, Bu Emi & anaknya, Bu Yus, Joshua (perwakilan dari MSS FEUI), Bu Indri (juri dari Unilever), Mas Sauta (mentor dari Unilever), Mbak Dwi (dosen FEUI), dan Vincent. Verry sedang sakit sehingga tidak bisa ikut.

Setelah foto bersama, kami menawarkan juri & mentor mencicipi produk roti kukus. Kami senang dengan kedatangan juri & mentor sehingga mereka bisa melihat lokasi Cilincing, mitra, dan ide perubahan yang kami rencanakan 3 bulan lalu. Sementara menunggu Bu Yus membuatkan roti, kami ngobrol-ngobrol lebih santai. Juri & mentor menghargai apa yang kami lakukan dan menurut mereka tim Rokus cukup sukses membawa perubahan di Cilincing :D

Kami cerita tentang kesan & proses pembelajaran selama ULAS. Secara keseluruhan & personal, kami memiliki cerita masing-masing. Kesan William, details do matter! Di minggu ke-3 project ketika konsultasi dengan mentor, saya belajar dinamika lapangan sangat menantang & ternyata tim Rokus memiliki banyak ‘lubang’ dalam perencanaan. Kesan Vincent, project Rokus ini semakin menggelitik jiwa sosial melihat orang-orang dengan kondisi kekurangan yang butuh bantuan kita. Terakhir, Hendydy bersyukur our efforts do matter! Beberapa kali, perjalanan dia tempuh naik motor dari Grogol ke Cilincing. Jarak yang cukup jauh dengan suhu Jakarta yang panas tidak menghalanginya. Kami be-4 bergantian ke Cilincing dan setiap weekend selalu ada yang datang. Pagi hari naik travel dari Bandung, sampai di Kelapa Gading, dilanjutkan naik busway, dan angkot ke lokasi. Kerja keras yang terbayarkan membuat kita semua bangga sudah melakukan sesuatu :D

@WilliamLautama

Be Sociable, Let's Share!

5 tahap & 12 Tips Sukses Proses Seleksi Perusahaan

no comments

Source : Pak Wie Tjung Sudarma, Recruitment & Assessment Head at PT. Astra International Tbk

Saya = Pak Wie Tjung
Topik sharing saya kali ini adalah bagaimana mendapatkan calon karyawan yang tepat (bagi perusahaan). Sebenarnya topik ini berkaitan dengan topik beberapa waktu lalu yang pernah saya share yaitu tentang APA YANG DICARI PEMBERI KERJA DARI PENCARI KERJA.

Di sini akan lebih ditonjolkan proses seleksinya, saya harap teman-teman akan mendapatkan gambaran bagaimana proses seleksi tersebut berlangsung dan menjadi siap bila suatu saat nanti melewati tahapan itu. Saya akan sharing mulai dari latar belakang timbulnya keputusan penambahan tenaga kerja sampai bagaimana melewati masa pecobaan.

Penambahan karyawan (man power) selalu didasari oleh adanya kebutuhan perusahaan/bisnis. Sesuai dengan obyektif organisasi yang ingin dicapai di jangka pendek maupun jangka panjang. Maka akan keluar sejumlah strategi, untuk mengeksekusi strategi tersebut maka diperlukan orang-orang/karyawan dengan kualifikasi tertentu. Dari sini akan keluar yang namanya “people specification” (kompetensi teknis dan non teknis/soft), yang nantinya akan menjadi persyaratan saat membuat iklan, kriteria dalam seleksi/evaluasi psikologis & wawancara, skor yang harus dicapai pada tes kemampuan teknis dan kemampuan fisik tertentu (misalkan tinggi badan atau hal lainnya).

1. Iklan dan sortir surat lamaran
Saat sudah mengetahui kebutuhan spesifik apa yang dicari dari calon karyawan, maka pihak perusahaan (umumnya diwakili oleh HRD people) akan mencari media (cetak atau non cetak/internet/gagget/radio dll) dimana populasi dari target tersebut paling banyak.
Proses selanjutnya yang dilakukan oleh pemberi kerja saat setelah memasang iklan adalah memilah, mana calon yang akan dipanggil dan yang tidak akan dipanggil untuk proses lanjutan.
TIPS untuk Pencari Kerja
- KENALI DIRI SENDIRI, apakah minat suadara sesuai dengan posisi yang ditawarkan. Kalau tidak seusai, maka tanya secara jujur pada pada diri sendiri apakah saudara akan mencoba mulai belajar untuk menyukai tugas-tugas tersebut. Kalau tidak, maka lupakan posisi yang ditawarkan. Karena kalaupun saudara dapat melewati seluruh proses seleksi dan diterima di posisi tersebut, ujung-ujungnya saudara akan merasa tidak puas. Dan pasti saudara akan melepas posisi tersebut karena bosan. Dan mencari posisi lain. Hal ini akan buang2 waktu saudara.
- TULIS CV SECARA BENAR, menulis CV tidak perlu berlembar-lembar dan jangan pula terlalu sedikit. Yang penting pada CV tersebut adalah apakah CV menggambarkan seluruh diri saudara termasuk kompetensi yang saudara miliki. Sehingga penting untuk mencantumkan seluruh pendidikan formal, pendidikan non formal (sebaiknya yang ada sertifikatnya dan yang relefan dengan posisi yang dilamar), akan baik bila ada sertifikasi khusus yang berhubungan dengan posisi yang dilamar, pengalaman kerja yang pernah dijalani (sedapat mungkin melampirkan surat keterangan kerja) dan tuliskan target karir saudara.
Buat CV saudara menjadi “compact” jangan terlalu banyak.
Perhatikan pemilihan kata-kata, jangan salah ketik, dan hati-hati (jangan sampai salah ketik) menuliskan nama kepada siapa CV tersebut ditujukan.
Ada yang sering bertanya, apakah CV atau lamaran harus ditulis dalam bahasa inggris atau bahasa indonesia. Menurut saya, itu sangat tergantung dari perusahaan apa dan posisi apa yang saudara lamar. Untuk posisi Supervisory atau Analyst umumnya user “prefer” ditulis dalam bahasa inggris. Tetapi untuk saya sendiri hal itu tidak mutlak, saya lebih melihat keseusaian antara persyaratan yang saya harapkan dengan kualifikasi calon.
- PHOTO, usahakan saudara mengirimkan photo dalam setting formal. Jangan mengirimkan foto yang santai. Bila memang saudara diminta untuk mengirimkan beberapa foto yang mencakup seluruh tubuh. Maka pas foto sebaiknya tetap dikirim.

2. Evaluasi Psikologis & Tes kemampuan teknis
Perusahaan dalam memilih calon karyawan selain mempertimbangkan minat, juga akan mempertimbangkan faktor potensi dan kompetensi. Mengingat faktor kompetensi dan potensi tidak dapat diidentifikasi langsung secara tepat dan akurat lewat surat lamaran, maka perusahaan melakukan proses seleksi lanjutan, umumnya evaluasi psikologis, atau dan tes kemampuan teknis.
Evaluasi psikologis tidak membutuhkan persiapan khusus, karena yang diukur adalah potensi dan kepribadian/karakter/soft competencies si calon. Yang patut dipersiapkan adalah istirahat yang cukup, tidak terlambat datang ke tempat tes dan sarapan sebelumnya.
Pada tes teknis diperlukan persiapan khusus, saudara harus belajar lagi, tentang teori atau praktek-praktek ketrampilan tertentu.
TIPS untuk pencari kerja
- COMPANY VALUES, Cari informasi sebanyak2nya tentang perusahaan yang akan saudara lamar tersebut. Apa bisnisnya, siapa pelanggannya, apa pencapaian yang pernah di raih oleh perusahaan tersebut, siapa saja pesaingnya, dan cari ide-ide yang dapat saudara tawarkan untuk dikontribusikan pada perusahaan tersebut sesuai posisi saudara.
Dengan mengenali perusahaan tersebut dan bagaimana perusahaan tersebut mengelola usaha/bisnisnya, maka saudara akan bisa merasakan apa nilai-nilai yang dijunjung tinggi oleh perusahaan (company values).
Cek apakah values tersebut berseberangan/bertentangan tidak dengan values saudara, kalau bertentangan, maka sebaiknya saudara jangan masuk perusahaan tersebut. Karena saudara akan tertekan saat harus menjalani peran saudara nanti dalam perusahaan. Karena akan selalu ada pertentangan dalam diri saudara dalam menjalankan tanggung jawab. Sehingga saudara kurang dapat maksimal dalam berkontribusi ke organisasi. Terlebih lagi saudara tidak akan merasa sejahtera di hati saat bekerja.
- BELAJAR UNTUK TES KEMAMPUAN TEKNIS, cari tahu siapa teman saudara yang ada di posisi tersebut di perusahaan tersebut. Bila ada teman saudara yang sudah bekerja di sana. Tanya pada teman saudara tersebut, apa tugas-tugas rutin dan non rutin yang dikerjakan oleh teman saudara tersebut. Dari situ saudara akan dapat memperkirakan, apa saja ketrampilan teknis yang kira-kira dibutuhkan.
Cari literatur dan latihlah diri saudara untuk dapat menguasai pengetahuan dan ketrampilan tersebut.

3. Wawancara psikolog, wawancara User dan wawancara HRD
Setelah calon karyawan dianggap memenuhi persyaratan potensi dan teknis, maka ybs biasanya akan diinterview oleh psikolog. Pada interview dengan psikolog, sebenarnya yang dicari adalah seberapa soft comptencies (kepribadian ybs) sesuai dengan tuntutan di tempat kerja dan tuntutan nilai-nilai perusahaan. Mungkin saudara pernah mendengar, ada rekan saudara yang terkenal memiliki nilai tinggi dan selalu juara di kelas, tetapi tidak lolos pada interview psikologi. Hal ini mungkin saja terjadi. Karena tuntutan di tempat kerja tidak semata hanya kemampuan kognitif/otak, tetapi juga seberapa ybs dapat melakukan kerja sama dalam team, mampu secara mandiri menyelesaikan tugas dan ada beberapa yang lain.
Wawancara dengan user, biasanya lebih kepada penjajakan dari si atasan tentang seberapa calon karyawan baru ini mampu bekerja sama dengan anggota team yang sudah ada.
Sedangkan wawancara HRD lebih kepada informasi tentang paket kompensasi yang ditawarkan oleh perusahaan, termasuk berapa gaji yang ditawarkan.
TIPS untuk pencari kerja
- JANGAN BOHONG, saat diinterview oleh psikolog, saudara haruslah mengungkapkan apa saja faktanya. Saran saya jangan saudara berbohong atau melebih-lebihkan fakta, karena apabila psikolog yang saudara hadapi adalah psikolog yang mahir dalam mewawancara, maka kemungkinan besar (saya bisa jamin 99%) pasti akan ketauan.
- TENANG, saat menghadapi interview oleh siapapun, tampillah apa adanya. Tenang dan tidak usah cemas. Karena kan saudara tidak diminta untuk menceritakan tentang orang lain. Yang ditanyakan kepada saudara adalah tentang diri saudara sendiri. Yang semestinya sudah saudara kenali secara baik.
- TEPAT WAKTU & KERAPIHAN, usahakan saudara melakukan pengecekan lokasi wawancara sebelum saudara datang di hari H. Karena bila saudara datang terlambat, akan membuat suadara menjadi lebih gugup dan cemas. Ini akan mengganggu penampilan saudara saat wawancara, kawatir pewawancara akan menyimpulkan hal yang berbeda tentang saudara. Usahakan datang maksimal 15 menit sebelum wawancara dimulai. Karena hal ini akan membuat saudara punya waktu untuk merapikan diri. Saudara bisa ke toilet dahulu untuk merapikan penampilan saudara (baik rambut maupun make up). Kalau bisa saudara membawa air minum dan membawa mouth refreshner. Agar saat wawancara saudara menjadi lebih percaya diri.
- PERMINTAAN SALARY. Saat wawancara dengan HRD, pasti akan ada topik yang berkait dengan gaji/salary. Setiap kita pasti punya kebutuhan yang berbeda-beda akan uang dan perusahaan-perusahaan besar umumnya juga sudah punya patokan dalam memberikan gaji/salary. Umumnya perusahaan mematok angka tertentu untuk calon karyawan yang baru lulus. Khusus kepada para calon karyawan yang baru lulus, pertimbangkan tidak hanya gaji/salary untuk bergabung dengan suatu perusahaan tertentu. Tetapi kemungkinan berkembang (pelatihan yang disediakan), kemungkinan perkembangan karir dan nilai/values perusahaan tersebut.

4. Medical Check up
Tahapan berikutnya setelah seorang calon karyawan dapat melewati proses interview adalah pemeriksaan kesehatan. Perusahaan umumnya mengikutkan calon karyawan tersebut pada pemeriksaan kesehatan, karena ada 2 alasan utama, pertama adalah : apakah calon yang akan diterima ini cukup sehat (mampu secara fisik) bila nantinya akan diminta untuk bekerja sesuai tuntutan jabatannya. Kedua adalah untuk mencegah kemungkinan penularan penyakit di lingkungan perusahaan.
TIPS untuk penari kerja
- MEDICAL CHECK UP sendiri sebelumnya. Saran saya, 1 tahun sebelum saudara lulus atau maksimal 6 bulan sebelum saudara lulus kuliah, maka ada baiknya saudara memeriksa kesehatan secara laboratoris dan fisik. Syukur-syukur hasilnya baik/sehat. Karena bila tidak sehat, maka saudara akan punya waktu untuk melakukan proses penyembuhan secara mandiri. Karena ada sakit-sakit tertentu yang proses penyembuhannya lama (berbulan-bulan) dan bisa menjadi alasan penolakan oleh perusahaan. Seperti : TBC, Hepatitis dsb.

5. Masa Percobaan
Pemutusan hubungan kerja dapat berlangsung kapan saja, mulai dari masa percobaan dan bahkan saat seseorang sudah bekerja dalam perusahaan.
Masa percobaan adalah 3 bulan pertama sejak seorang karyawan diterima berkerja pada perusahaan. Selama masa 3 bulan ini para pihak dapat memutuskan untuk tidak melanjutkan hubungan kerja tanpa ada konsekuensi apapun (hal ini berbeda dengan karyawan kontrak).
Masa 3 bulan tersebut adalah masa yang relatif singkat bagi perusahaan (atasan langsung) untuk mendapatkan gambaran tentang seberapa kemungkinan karyawan yang baru diterima tersebut dapat memberikan unjuk kerja pada masa-masa mendatang.
Pada masa 3 bulan ini, atasan mencoba melihat penyesuaian diri ybs.
Tips untuk pencari kerja
- KENALI LINGKUNGAN, pada hari pertama saudara bekerja, biasanya saudara akan diperkenalkan dengan seluruh rekan kerja saudara dan lingkungan kerja yang terdekat dengan saudara. Manfaatkan hal tersebut untuk mengenali, siapa-siapa di lingkungan kerja saudara, rekan kerja yang dapat diminta informasi. Cari tahu secepat-cepatnya apa yang boleh dan tidak lazim dilakukan di lingkungan kerja (Dos & DON’Ts). Dan usahakan dalam 3 bulan ini saudara tidak hanya mengenal teman-teman satu bagian saja, tetapi juga teman-teman lain di organisasi. Berlakukan seperti “new kid on the block”, untuk berinisiatif mengenalkan diri ke sebanyak mungkin karyawan yang ada di organisasi.
- SEPAKATI TARGET 3 BULAN
Setelah mendapatkan briefing tentang apa peran dan tanggung jawab saudara sesuai dengan posisi yang saudara jabat. Tanyakan secara hati-hati/sopan (karena tidak semua atasan terbiasa dengan ini). Apa harapan atasan tersebut terhadap saudara dalam 3 bulan ke depan. Usahakan untuk mengkonversikan permintaan tersebut kepada hal-hal yang bersifat kwantitatif dan realistis.

Demikian sharing saya tentang upaya untuk bisa melewati proses seleksi di perusahaan :D

Be Sociable, Let's Share!

Story About Rokus #7

no comments

Kunjungan ke-11
27 Oktober 2012
Vincent & Hendydy Kwik

Tim Rokus kembali ke Cilincing untuk mengunjungi para mitra yang sudah memulai penjualan roti kukus sejak tanggal 16 Oktober 2012. Kami pergi ke tempat Bu Yus selaku kepala Mitra yang membantu mengoordinir mitra-mitra Rokus lainnya.

Sesampainya di depan rumah Bu Yus, terlihat ada pembeli yang sedang menunggu Bu Yus membuatkan roti kukus. Kami pun melihat bagaimana cara Bu Yus membuat roti kukus yang sudah pernah kami berikan pelatihan dan hasilnya memuaskan. Setelah melayani pembeli yang datang, kami diajak ke rumah Bu Yus untuk ngobrol-ngobrol. Kami menanyakan perkembangan penjualan dari Bu Yus beserta dengan mitra yang lain. Untuk Bu Yus sendiri, penjualan dari hari ke hari cukup stabil, ±20 buah/hari. Kalau lagi ramai sekali, bisa mencapai 30 buah. Untuk mitra yang lain, penjualan Rokus juga hampir sama banyak, ±20 buah/hari. Rokus dengan rasa coklat, strawberry, susu, dan keju merupakan favorit dan paling sering dipesan oleh para pembeli.

Melihat keseriusan para mitra untuk melakukan penjualan dari hari ke hari membuat tim kami lebih bersemangat lagi dalam ULAS ini. Kami pun ngobrol lebih lanjut soal permasalahan yang dihadapi oleh Bu Yus. Sejauh ini tidak ada masalah yang berat, hanya masalah-masalah yang kecil dan mampu ditangani oleh para mitra. Masalah yang lumayan berat mengenai selai untuk Rokus, selai yang dipakai oleh para mitra merupakan selai yang dipesan dan dibawa oleh tim Rokus dari Bandung ke Jakarta. Untuk selai-selai favorit seperti coklat dan strawberry sudah habis sejak pertama kali dibawakan oleh tim Rokus. Bu Yus sudah mencoba untuk mencari pengganti selai sejenis di dekat Cilincing akan tetapi selai coklat dan strawberry yang dibeli dari segi kualitas dan rasa kalah dari selai yang dibawa dari Bandung. Hal ini cukup mengganggu karena para mitra harus agak sedikit bergantung pada tim Rokus soal selai. Para mitra sedang berusaha untuk mencari selai yang sesuai dengan standar yang telah ditentukan oleh tim Rokus.

Selanjut soal mitra lain, Bu Wiwid. Dari cerita yang disampaikan oleh Bu Yus bahwa Bu Wiwid agak kurang koperatif dalam bekerja sama. Sesuai dengan kesepakatan dan peraturan yang telah kami setujui bahwa setiap penjualan dari Rokus harus disetorkan kepada Bu Yus selaku kepala mitra sehingga tim Rokus dapat mengontrol uang untuk dikelolah kembali. Bu Wiwid juga tidak menuruti peraturan di mana apabila bahan baku habis (seperti selai, mentega, keju, plastik, dll) harus melaporkan kepada Bu Yus sehingga Bu Yus dapat mengatur untuk membeli barang tersebut sehingga mempunyai standar yang seragam, tetapi Bu Wiwid sendiri langsung membeli barang tersebut tanpa persetujuan Bu Yus. Mendengar hal tersebut, kami pun mengunjungi Bu Wiwid setelah dari rumah Bu Yus.

Kami pun berangkat ke tempat Bu Wiwid untuk berdiskusi. Bu Wiwid mulai menjual roti kukus mulai jam 3 siang sampai jam 10 malam karena di daerah tersebut ramai di atas jam 3 menurut Bu Wiwid. Kami pun menanyakan permasalahan yang dihadapi oleh Bu Wiwid, tetapi sampai sejauh ini masih belum ada. Kami pun melakukan pendekatan kepada Bu Wiwid untuk mengingatkan kembali setiap hasil penjualan dari Rokus harus disetorkan kepada Bu Yus setelah dipotong komisi untuk para mitra Rp 1.000 per penjualan dan harus mengambil bahan baku yang sudah habis dari depot tempat Bu Yus.

Kami tidak ke tempat mitra ketiga, yaitu Bu Emi karena keterbatasan waktu dan tempat Bu Emi yang jauh. Penjualan Bu Emi bisa dikatakan bagus sekali karena menurut Bu Yus daerah tempat Bu Emi, para anak-anak di sana telah mempunyai penghasilan sendiri sehingga daya konsumsi di sana lebih bagus. Beberapa masukan dari Bu Yus :

  • Apa yang harus dilakukan dengan uang yang telah dikumpulkan dari mitra setelah dipotong komisi? Apakah disimpan ke tabungan Bu Yus sendiri dengan pencatatan yang telah memadai atau bagaimana? Kami menyarakan untuk membuka tabungan di Koperasi Kasih Indonesia.
  • Bu Yus memerlukan transportasi sepeda untuk mengontrol para mitra lainnya dan untuk membeli bahan baku di pasar. Kami berencana untuk bekerja sama dengan KKI supaya Bu Yus dapat melakukan cicilan sepeda di KKI.
  • Jangan hanya jualan Rokus saja, coba roti burger dan sejenisnya dengan resiko mudah ditiru.

 

Kunjungan ke-12
4 November 2012
Verry Anggara

Pada kunjungan ini, saya datang bersama Joy Enrico, tim ULAS dari MSS FE UI, kami tiba di cilincing dari pukul 10 pagi. Agenda kali ini adalah untuk survey kinerja klien, re-stock selai, dan mentoring. Pertama-tama kami mengunjungi Bu Yus untuk memantau, setelah nngobrol bu Yus bercerita kalo tanggapan warga terhadap Rokus ini sangat bagus dan sangat membantu. Sehari-hari tiap gerobak bisa menjual diatas 15 roti tiap hari. Dari data juga terlihat bahwa penjualan rata-rata dari 3 gerobak adalah 57 roti tiap hari (target kami adalah 60 roti tiap hari). Tapi bu Yus mengalami masalah mengenai pencatatan, sebelumnya bu Yus melakukan pencatatan di 1 buku saja dan ternyata cukup menyulitkan sehingga bu Yus kemudian memutuskan untuk memisahkan pencatatan tiap gerobak di 3 buku yang berbeda. Namun, berdasarkan cerita bu Yus belakangan ini penjualan di gerobaknya menurun, sementara penjualan di gerobak Bu Emi dan Bu Wiwid meningkat. Hal ini menjadi tugas tim Rokus untuk mengidentifikasi penyebab & memberikan rekomendasi.

 

Minggu lalu, Bu Yus mencari selai di daerah Cilincing untuk menjadi pengganti selai yang kami bawa dari Bandung dan blueberry sudah ditemukan toko yang menjual selai dengan rasa dan kualitas yang setara bahkan lebih baik dengan selai kami, namun untuk selai coklat yang kami bawa dari bandung masih lebih bagus kualitasnya. Hari itu saya membawa 7 kg selai berbagai rasa yang akan di stock untuk ke-3 gerobak.

Setelah dari bu Yus kami kemudian mengunjungi tempat bu Emi, saat itu kebetulan bu Emi sedang tidak berjualan. Bu Emi mengatakan berjualan rokus sangat membantu penghasilan keluarganya, dia bisa berjualan roti kukus sambil bekerja mengupas kerang di rumahnya. Hanya saja menurut pengakuan bu Emi, beberapa hari terakhir penjualannya menurun, salah satu penyebabnya karena ada truk besar yang parkir di depan rumahnya yang menghalangi gerobaknya.

Setelah dari tempat bu Emi, kami kemudian berkunjung ke tempat bu Wiwid, waktu itu bu Wiwid juga sedang tidak berjualan karena bu Wiwid lebih laris berjualan di malam hari, bu Wiwid adalah klien dengan penjualan tertinggi belakangan ini.

Setelah dari tempat bu Wiwid, saya kemudian bertemu dengan mentor untuk konsultasi mengenai Rokus. Poin penting dari mentor adalah mengenai pertumbuhan bisnis, jadi kita harus menunjukan kalo Rokus bisa growth, walaupun 2 minggu penjualan belum bisa memperlihatkan trend penjualan Rokus. Jadi selama 2 minggu terakhir ini kami harus bisa melakukan analisis terhadap hasil penjualan Rokus setiap hari. Untuk melihat apa yang menyebabkan penjualan tinggi (>30 buah) atau rendah, kemudian dari analisis itu akan dihasilkan rekomendasi yang diberikan kepada tiap klien Rokus agar penjualannya bisa terus meningkat.

Be Sociable, Let's Share!