web analytics

Archive for the ·

Traveling

· Category...

Danamon Young Leaders Award (DYLA) – day 4 & 5

2 comments

19 Desember 2012 – day 4

Morning Walk

Pagi hari kami jalan-jalan di daerah sekitar kampus Danamon, masuk ke tempat tinggal warga sekitar yang sederhana dan melewati sawah & perkebunan pisang – back to nature :D

 

Study case in action

Hari ini tidak ada program dari Danamon dan kami menggunakan waktu seharian untuk mengerjakan study case. Nama tim gw adalah tim SengatSemangat! Awalnya kami berusaha mengerti permasalahan, menyamakan pemikiran lalu brainstorming. Proses diskusi sangat menyenangkan dengan banyak sudut pandang dari berbagai latar belakang jurusan, di tim gw terdiri dari jurusan Teknik Industri, Akuntansi, Statistika, dan Ekonomi. Lokasi diskusi kami di perpustakaan kampus Danamon dekat sumber wifi hehehe diskusi kami berlangsung sepanjang hari dan malam, diakhiri dengan pembuatan slide presentasi untuk menyampaikan hasil diskusi kami kepada dewan juri keesokan paginya.

Slide presentasi tim SengatSemangat gw buat dengan guideline Windows 8 style atau yang sebelumnya dinamakan metro style. Gw belajar mendesign slide presentasi yang fun, clear, dan bagaimana menyampaikan presentasi dengan lebih powerful.

 

20 Desember 2012 – day 5

Presentasi solusi study case

Jam 9 pagi kami semua berkumpul di ruang eksekutif 1, kampus Danamon untuk memulai presentasi ke-4 kelompok. Kelompok SengatSemangat mendapat urutan presentasi lucky number 1 :D menurut gw urutan presentasi paling enak adalah paling awal atau paling akhir. You can give a punch line as benchmark and easier to be remembered by judges!

Setelah mengambil nomor urutan presentasi, kami semua berfoto di depan gedung utama kampus Danamon.

Presentasi dimulai secara bergiliran…

Sesi presentasi berakhir sekitar jam 2 siang. Kami diberikan waktu kosong sekitar 2 jam untuk beristirahat, gw langsung tidur hehehe :P

 

Farewell party at Cimory Riverside

Sorenya, kita naik kendaraan menuju Cimory Riverside dengan menu khasnya Susu, Yoghurt, dan Ice cream. Kita saling berbagi kesan dan pesan yang menyenangkan selama 5 hari di kampus Danamon.

Kami dijamu makan malam yang lebih lengkap dari 4 sehat 5 sempurna, lengkap dari hidangan pembuka – utama – penutup semuanya super. Betul-betul perbaikan gizi :D

 

Awarding night

Makan malam selesai, yang ditunggu adalah pengumuman pemenang pilihan dewan juri. Puji Tuhan, tim SengatSemangat berhasil menjadi 2nd Winner DYLA 2012, G double O D J O B… Good job SengatSemangat Monika Pratiwi | Novan Bastian | Ahmad Fikri | Dita Amelia :D Selamat untuk Q team yang menjadi 1st Winner DYLA 2012 dan teman-teman tim lain. We did our best!

Terima kasih banyak untuk Danamon untuk program yang spesial memberikan kami pengalaman berharga dan sahabat baru : Abdullah, Ali Sulas, Aninda, Arif, Febri Samuel, Jessy, Monika, Novan, Nur Anreza, Irma, Yeni, Peter, Dita, Ahmad, Hasan, Syaban, Tania, Hendrik, dan Fira.

Walaupun cuma sebentar namun berkesan, perpisahan di Cimory sedih banget ampe tumpeh-tumpeh deh… sangat menyenangkan menjadi bagian dari keluarga Danamon bersama 19 sahabat baru :)

 

@WilliamLautama

Intern to MACH, Microsoft part 4

no comments

Dalam post ini gw mau share bagaimana kita berhemat, terutama gw yang berasal dari Indonesia. Gw bisa menikmati makan dengan 10 – 15 ribu di Bandung atau 20 – 25 ribu di Jakarta, sedangkan di Singapore gw harus merogoh kocek $3 – $6 untuk sekali makan ≈ 25 – 45 ribu. Tidak hanya harga makanan, standar harga barang rumah tangga bahkan transportasi di sini sekitar ±2x harga di Jakarta. Pengeluaran ini terlalu besar dibandingkan dengan pemasukan gw dari kantor. Jadi gw & teman-teman intern sepakat untuk membeli bahan makanan dari supermaket di Tiong Bahru Plaza. Gw menyarankan untuk belanja di Fair Price, harganya cukup fair hehehe

Setiap orang patungan $20 untuk membeli berbagai macam beras, sayuran, daging, bumbu, minyak, dan lain-lain. Di sini hidup gw dkk bergantung kepada Champ, intern dari Thailand, yang pintar masak. “I’m cooking today for the dinner. Please don’t forget to bring your own plate. At Tiong Bahru Global Residence Room 0409”. Thank you for make us full, Champ :D

Soal bersih-bersih, selama ini gw hidup nyaman di Bandung dengan menitipkan pakaian kotor dan mengambil pakaian bersih dari ibu yang melayani jasa cuci baju dekat kos. Namun di Singapore, semua harus mandir jadi gw menggunakan mesin cuci dan setrika di setiap kamar apartemen. Di malam hari gw BBM nyokap tentang kehidupan sehari-hari, lalu dia bilang “makanya banyak orang yang belajar & kerja di luar negeri lebih sukses & disiplin”. Gw langsung ingat teman-teman yang kuliah di luar negeri… I am proud of them.

Ohya, kerja di Microsoft tidak harus hadir di kantor 9 to 5, as long as kita bisa koordinasi dalam project dan get the job done, kita diperbolehkan kerja dimanapun. Kadang-kadang ada tempat yang tidak bisa dikunjungi saat weekend, jadi gw menyelesaikan pekerjaan lebih cepat supaya bisa pulang awal. Gw & Alanda pergi mengunjungi IKEA, perusahaan yang menjual furniture & semua perlengkapan rumah. Hal yang paling menarik adalah cara kreatif menata produknya, nonton videonya di sini.

Di minggu terakhir, semua kelompok mempresentasikan idenya di depan dewan juri & teman-teman tim lainnya. Dewan juri merupakan mereka yang menduduki jabatan Direktur di Microsoft bagian Asia Pasifik. Setelah presentasi, kami berfoto bersama sebagai tim selama. Intern to MACH dari Indonesia juga tidak ketinggalan : Romi, gw, Nanda, Alanda, Divya, dan Ravina, sedangkan Fransiska sedang mengikuti program di USA.

Setelah melalui seluruh pekerjaan yang menyenangkan, Microsoft Singapore memberikan hiburan : tiket masuk Universal Studios Singapore (USS) untuk kami semua. Very excited! Akhirnya gw akan berpetualang di USS :D

Akhirnya sampai minggu terakhir gw belum mendapatkan 3 request oleh-oleh dari sahabat gw di Indo :

  1. Celana pendek bergambar merlion
  2. Globe Universal Studio
  3. 5 buah baut MRT

ada yang tau dimana gw bisa mendapatkan ke-3 barang tersebut? :D

Related posts :
Intern to MACH, Microsoft part 1
Intern to MACH, Microsoft part 2
Intern to MACH, Microsoft part 3

@WilliamLautama

Story About Rokus #8

no comments

Kunjungan ke-13
10 November 2012
William Lautama, Vincent & Hendydy Kwik

Timeline project akan selesai 14 November, kami bersyukur Rokus dengan 3 mitra sudah berjalan selama 3 minggu dengan tantangan halang merintang yang memberikan kami pengalaman berharga untuk berpikir & bekerja keras menghadapi dinamika lapangan yang di luar ekspektasi. Hari ini kami berkumpul di rumah Bu Yus untuk berdiskusi mengevaluasi perkembangan Rokus. Secara keseluruhan, mitra mengaku sangat terbantu dengan kehadiran Rokus. Uang penghasilan dari Rokus digunakan untuk membiayai kehidupan sehari-hari, menambah uang untuk membeli sepeda anaknya, dan bayar uang sekolah. Bentuk Rokus adalah social enterprise maka KPI Rokus adalah financial performance dengan pertumbuhan 146% terhitung sejak Rokus mulai berjualan 16 Oktober 2012.

 

Tantangan mitra saat ini :

  • Bu Yus (14 roti kukus/hari)
    Penjualan menurun karena banyak warga yang mengontrak di kontrakan Bu Yus pindah sejak sistem pembayaran listrik menggunakan sistem voucher.
  • Bu Wiwit (20 roti kukus/hari)
    Penjualan Bu Wiwit cukup baik ditambah ada kabar baik dalam waktu 1 bulan tempat les dekat rumah Bu Wiwit akan dibuka.
  • Bu Emi (17 roti kukus/hari)
    Penjualan menurun karena ada warga yang meniru bisnis roti kukus dengan lokasi lebih strategis (tepat di pinggir persimpangan) dengan harga lebih murah, kami & juri terkejut karena roti kukus ini belum berjalan 1 bulan namun sudah ditiru.

Berdasarkan identifikasi di atas, permasalahan mitra Rokus saat ini adalah lokasi yang kurang mendukung maka kami mencari beberapa lokasi alternatif baru yang dekat dengan rumah mitra karena mereka harus menjaga anak-anaknya di samping berjualan rokti kukus.

Kiri – kanan : Hendydy, William, Bu Wiwit & anaknya, Bu Emi & anaknya, Bu Yus, Joshua (perwakilan dari MSS FEUI), Bu Indri (juri dari Unilever), Mas Sauta (mentor dari Unilever), Mbak Dwi (dosen FEUI), dan Vincent. Verry sedang sakit sehingga tidak bisa ikut.

Setelah foto bersama, kami menawarkan juri & mentor mencicipi produk roti kukus. Kami senang dengan kedatangan juri & mentor sehingga mereka bisa melihat lokasi Cilincing, mitra, dan ide perubahan yang kami rencanakan 3 bulan lalu. Sementara menunggu Bu Yus membuatkan roti, kami ngobrol-ngobrol lebih santai. Juri & mentor menghargai apa yang kami lakukan dan menurut mereka tim Rokus cukup sukses membawa perubahan di Cilincing :D

Kami cerita tentang kesan & proses pembelajaran selama ULAS. Secara keseluruhan & personal, kami memiliki cerita masing-masing. Kesan William, details do matter! Di minggu ke-3 project ketika konsultasi dengan mentor, saya belajar dinamika lapangan sangat menantang & ternyata tim Rokus memiliki banyak ‘lubang’ dalam perencanaan. Kesan Vincent, project Rokus ini semakin menggelitik jiwa sosial melihat orang-orang dengan kondisi kekurangan yang butuh bantuan kita. Terakhir, Hendydy bersyukur our efforts do matter! Beberapa kali, perjalanan dia tempuh naik motor dari Grogol ke Cilincing. Jarak yang cukup jauh dengan suhu Jakarta yang panas tidak menghalanginya. Kami be-4 bergantian ke Cilincing dan setiap weekend selalu ada yang datang. Pagi hari naik travel dari Bandung, sampai di Kelapa Gading, dilanjutkan naik busway, dan angkot ke lokasi. Kerja keras yang terbayarkan membuat kita semua bangga sudah melakukan sesuatu :D

@WilliamLautama

5 tahap & 12 Tips Sukses Proses Seleksi Perusahaan

no comments

Source : Pak Wie Tjung Sudarma, Recruitment & Assessment Head at PT. Astra International Tbk

Saya = Pak Wie Tjung
Topik sharing saya kali ini adalah bagaimana mendapatkan calon karyawan yang tepat (bagi perusahaan). Sebenarnya topik ini berkaitan dengan topik beberapa waktu lalu yang pernah saya share yaitu tentang APA YANG DICARI PEMBERI KERJA DARI PENCARI KERJA.

Di sini akan lebih ditonjolkan proses seleksinya, saya harap teman-teman akan mendapatkan gambaran bagaimana proses seleksi tersebut berlangsung dan menjadi siap bila suatu saat nanti melewati tahapan itu. Saya akan sharing mulai dari latar belakang timbulnya keputusan penambahan tenaga kerja sampai bagaimana melewati masa pecobaan.

Penambahan karyawan (man power) selalu didasari oleh adanya kebutuhan perusahaan/bisnis. Sesuai dengan obyektif organisasi yang ingin dicapai di jangka pendek maupun jangka panjang. Maka akan keluar sejumlah strategi, untuk mengeksekusi strategi tersebut maka diperlukan orang-orang/karyawan dengan kualifikasi tertentu. Dari sini akan keluar yang namanya “people specification” (kompetensi teknis dan non teknis/soft), yang nantinya akan menjadi persyaratan saat membuat iklan, kriteria dalam seleksi/evaluasi psikologis & wawancara, skor yang harus dicapai pada tes kemampuan teknis dan kemampuan fisik tertentu (misalkan tinggi badan atau hal lainnya).

1. Iklan dan sortir surat lamaran
Saat sudah mengetahui kebutuhan spesifik apa yang dicari dari calon karyawan, maka pihak perusahaan (umumnya diwakili oleh HRD people) akan mencari media (cetak atau non cetak/internet/gagget/radio dll) dimana populasi dari target tersebut paling banyak.
Proses selanjutnya yang dilakukan oleh pemberi kerja saat setelah memasang iklan adalah memilah, mana calon yang akan dipanggil dan yang tidak akan dipanggil untuk proses lanjutan.
TIPS untuk Pencari Kerja
- KENALI DIRI SENDIRI, apakah minat suadara sesuai dengan posisi yang ditawarkan. Kalau tidak seusai, maka tanya secara jujur pada pada diri sendiri apakah saudara akan mencoba mulai belajar untuk menyukai tugas-tugas tersebut. Kalau tidak, maka lupakan posisi yang ditawarkan. Karena kalaupun saudara dapat melewati seluruh proses seleksi dan diterima di posisi tersebut, ujung-ujungnya saudara akan merasa tidak puas. Dan pasti saudara akan melepas posisi tersebut karena bosan. Dan mencari posisi lain. Hal ini akan buang2 waktu saudara.
- TULIS CV SECARA BENAR, menulis CV tidak perlu berlembar-lembar dan jangan pula terlalu sedikit. Yang penting pada CV tersebut adalah apakah CV menggambarkan seluruh diri saudara termasuk kompetensi yang saudara miliki. Sehingga penting untuk mencantumkan seluruh pendidikan formal, pendidikan non formal (sebaiknya yang ada sertifikatnya dan yang relefan dengan posisi yang dilamar), akan baik bila ada sertifikasi khusus yang berhubungan dengan posisi yang dilamar, pengalaman kerja yang pernah dijalani (sedapat mungkin melampirkan surat keterangan kerja) dan tuliskan target karir saudara.
Buat CV saudara menjadi “compact” jangan terlalu banyak.
Perhatikan pemilihan kata-kata, jangan salah ketik, dan hati-hati (jangan sampai salah ketik) menuliskan nama kepada siapa CV tersebut ditujukan.
Ada yang sering bertanya, apakah CV atau lamaran harus ditulis dalam bahasa inggris atau bahasa indonesia. Menurut saya, itu sangat tergantung dari perusahaan apa dan posisi apa yang saudara lamar. Untuk posisi Supervisory atau Analyst umumnya user “prefer” ditulis dalam bahasa inggris. Tetapi untuk saya sendiri hal itu tidak mutlak, saya lebih melihat keseusaian antara persyaratan yang saya harapkan dengan kualifikasi calon.
- PHOTO, usahakan saudara mengirimkan photo dalam setting formal. Jangan mengirimkan foto yang santai. Bila memang saudara diminta untuk mengirimkan beberapa foto yang mencakup seluruh tubuh. Maka pas foto sebaiknya tetap dikirim.

2. Evaluasi Psikologis & Tes kemampuan teknis
Perusahaan dalam memilih calon karyawan selain mempertimbangkan minat, juga akan mempertimbangkan faktor potensi dan kompetensi. Mengingat faktor kompetensi dan potensi tidak dapat diidentifikasi langsung secara tepat dan akurat lewat surat lamaran, maka perusahaan melakukan proses seleksi lanjutan, umumnya evaluasi psikologis, atau dan tes kemampuan teknis.
Evaluasi psikologis tidak membutuhkan persiapan khusus, karena yang diukur adalah potensi dan kepribadian/karakter/soft competencies si calon. Yang patut dipersiapkan adalah istirahat yang cukup, tidak terlambat datang ke tempat tes dan sarapan sebelumnya.
Pada tes teknis diperlukan persiapan khusus, saudara harus belajar lagi, tentang teori atau praktek-praktek ketrampilan tertentu.
TIPS untuk pencari kerja
- COMPANY VALUES, Cari informasi sebanyak2nya tentang perusahaan yang akan saudara lamar tersebut. Apa bisnisnya, siapa pelanggannya, apa pencapaian yang pernah di raih oleh perusahaan tersebut, siapa saja pesaingnya, dan cari ide-ide yang dapat saudara tawarkan untuk dikontribusikan pada perusahaan tersebut sesuai posisi saudara.
Dengan mengenali perusahaan tersebut dan bagaimana perusahaan tersebut mengelola usaha/bisnisnya, maka saudara akan bisa merasakan apa nilai-nilai yang dijunjung tinggi oleh perusahaan (company values).
Cek apakah values tersebut berseberangan/bertentangan tidak dengan values saudara, kalau bertentangan, maka sebaiknya saudara jangan masuk perusahaan tersebut. Karena saudara akan tertekan saat harus menjalani peran saudara nanti dalam perusahaan. Karena akan selalu ada pertentangan dalam diri saudara dalam menjalankan tanggung jawab. Sehingga saudara kurang dapat maksimal dalam berkontribusi ke organisasi. Terlebih lagi saudara tidak akan merasa sejahtera di hati saat bekerja.
- BELAJAR UNTUK TES KEMAMPUAN TEKNIS, cari tahu siapa teman saudara yang ada di posisi tersebut di perusahaan tersebut. Bila ada teman saudara yang sudah bekerja di sana. Tanya pada teman saudara tersebut, apa tugas-tugas rutin dan non rutin yang dikerjakan oleh teman saudara tersebut. Dari situ saudara akan dapat memperkirakan, apa saja ketrampilan teknis yang kira-kira dibutuhkan.
Cari literatur dan latihlah diri saudara untuk dapat menguasai pengetahuan dan ketrampilan tersebut.

3. Wawancara psikolog, wawancara User dan wawancara HRD
Setelah calon karyawan dianggap memenuhi persyaratan potensi dan teknis, maka ybs biasanya akan diinterview oleh psikolog. Pada interview dengan psikolog, sebenarnya yang dicari adalah seberapa soft comptencies (kepribadian ybs) sesuai dengan tuntutan di tempat kerja dan tuntutan nilai-nilai perusahaan. Mungkin saudara pernah mendengar, ada rekan saudara yang terkenal memiliki nilai tinggi dan selalu juara di kelas, tetapi tidak lolos pada interview psikologi. Hal ini mungkin saja terjadi. Karena tuntutan di tempat kerja tidak semata hanya kemampuan kognitif/otak, tetapi juga seberapa ybs dapat melakukan kerja sama dalam team, mampu secara mandiri menyelesaikan tugas dan ada beberapa yang lain.
Wawancara dengan user, biasanya lebih kepada penjajakan dari si atasan tentang seberapa calon karyawan baru ini mampu bekerja sama dengan anggota team yang sudah ada.
Sedangkan wawancara HRD lebih kepada informasi tentang paket kompensasi yang ditawarkan oleh perusahaan, termasuk berapa gaji yang ditawarkan.
TIPS untuk pencari kerja
- JANGAN BOHONG, saat diinterview oleh psikolog, saudara haruslah mengungkapkan apa saja faktanya. Saran saya jangan saudara berbohong atau melebih-lebihkan fakta, karena apabila psikolog yang saudara hadapi adalah psikolog yang mahir dalam mewawancara, maka kemungkinan besar (saya bisa jamin 99%) pasti akan ketauan.
- TENANG, saat menghadapi interview oleh siapapun, tampillah apa adanya. Tenang dan tidak usah cemas. Karena kan saudara tidak diminta untuk menceritakan tentang orang lain. Yang ditanyakan kepada saudara adalah tentang diri saudara sendiri. Yang semestinya sudah saudara kenali secara baik.
- TEPAT WAKTU & KERAPIHAN, usahakan saudara melakukan pengecekan lokasi wawancara sebelum saudara datang di hari H. Karena bila saudara datang terlambat, akan membuat suadara menjadi lebih gugup dan cemas. Ini akan mengganggu penampilan saudara saat wawancara, kawatir pewawancara akan menyimpulkan hal yang berbeda tentang saudara. Usahakan datang maksimal 15 menit sebelum wawancara dimulai. Karena hal ini akan membuat saudara punya waktu untuk merapikan diri. Saudara bisa ke toilet dahulu untuk merapikan penampilan saudara (baik rambut maupun make up). Kalau bisa saudara membawa air minum dan membawa mouth refreshner. Agar saat wawancara saudara menjadi lebih percaya diri.
- PERMINTAAN SALARY. Saat wawancara dengan HRD, pasti akan ada topik yang berkait dengan gaji/salary. Setiap kita pasti punya kebutuhan yang berbeda-beda akan uang dan perusahaan-perusahaan besar umumnya juga sudah punya patokan dalam memberikan gaji/salary. Umumnya perusahaan mematok angka tertentu untuk calon karyawan yang baru lulus. Khusus kepada para calon karyawan yang baru lulus, pertimbangkan tidak hanya gaji/salary untuk bergabung dengan suatu perusahaan tertentu. Tetapi kemungkinan berkembang (pelatihan yang disediakan), kemungkinan perkembangan karir dan nilai/values perusahaan tersebut.

4. Medical Check up
Tahapan berikutnya setelah seorang calon karyawan dapat melewati proses interview adalah pemeriksaan kesehatan. Perusahaan umumnya mengikutkan calon karyawan tersebut pada pemeriksaan kesehatan, karena ada 2 alasan utama, pertama adalah : apakah calon yang akan diterima ini cukup sehat (mampu secara fisik) bila nantinya akan diminta untuk bekerja sesuai tuntutan jabatannya. Kedua adalah untuk mencegah kemungkinan penularan penyakit di lingkungan perusahaan.
TIPS untuk penari kerja
- MEDICAL CHECK UP sendiri sebelumnya. Saran saya, 1 tahun sebelum saudara lulus atau maksimal 6 bulan sebelum saudara lulus kuliah, maka ada baiknya saudara memeriksa kesehatan secara laboratoris dan fisik. Syukur-syukur hasilnya baik/sehat. Karena bila tidak sehat, maka saudara akan punya waktu untuk melakukan proses penyembuhan secara mandiri. Karena ada sakit-sakit tertentu yang proses penyembuhannya lama (berbulan-bulan) dan bisa menjadi alasan penolakan oleh perusahaan. Seperti : TBC, Hepatitis dsb.

5. Masa Percobaan
Pemutusan hubungan kerja dapat berlangsung kapan saja, mulai dari masa percobaan dan bahkan saat seseorang sudah bekerja dalam perusahaan.
Masa percobaan adalah 3 bulan pertama sejak seorang karyawan diterima berkerja pada perusahaan. Selama masa 3 bulan ini para pihak dapat memutuskan untuk tidak melanjutkan hubungan kerja tanpa ada konsekuensi apapun (hal ini berbeda dengan karyawan kontrak).
Masa 3 bulan tersebut adalah masa yang relatif singkat bagi perusahaan (atasan langsung) untuk mendapatkan gambaran tentang seberapa kemungkinan karyawan yang baru diterima tersebut dapat memberikan unjuk kerja pada masa-masa mendatang.
Pada masa 3 bulan ini, atasan mencoba melihat penyesuaian diri ybs.
Tips untuk pencari kerja
- KENALI LINGKUNGAN, pada hari pertama saudara bekerja, biasanya saudara akan diperkenalkan dengan seluruh rekan kerja saudara dan lingkungan kerja yang terdekat dengan saudara. Manfaatkan hal tersebut untuk mengenali, siapa-siapa di lingkungan kerja saudara, rekan kerja yang dapat diminta informasi. Cari tahu secepat-cepatnya apa yang boleh dan tidak lazim dilakukan di lingkungan kerja (Dos & DON’Ts). Dan usahakan dalam 3 bulan ini saudara tidak hanya mengenal teman-teman satu bagian saja, tetapi juga teman-teman lain di organisasi. Berlakukan seperti “new kid on the block”, untuk berinisiatif mengenalkan diri ke sebanyak mungkin karyawan yang ada di organisasi.
- SEPAKATI TARGET 3 BULAN
Setelah mendapatkan briefing tentang apa peran dan tanggung jawab saudara sesuai dengan posisi yang saudara jabat. Tanyakan secara hati-hati/sopan (karena tidak semua atasan terbiasa dengan ini). Apa harapan atasan tersebut terhadap saudara dalam 3 bulan ke depan. Usahakan untuk mengkonversikan permintaan tersebut kepada hal-hal yang bersifat kwantitatif dan realistis.

Demikian sharing saya tentang upaya untuk bisa melewati proses seleksi di perusahaan :D

Story About Rokus #7

no comments

Kunjungan ke-11
27 Oktober 2012
Vincent & Hendydy Kwik

Tim Rokus kembali ke Cilincing untuk mengunjungi para mitra yang sudah memulai penjualan roti kukus sejak tanggal 16 Oktober 2012. Kami pergi ke tempat Bu Yus selaku kepala Mitra yang membantu mengoordinir mitra-mitra Rokus lainnya.

Sesampainya di depan rumah Bu Yus, terlihat ada pembeli yang sedang menunggu Bu Yus membuatkan roti kukus. Kami pun melihat bagaimana cara Bu Yus membuat roti kukus yang sudah pernah kami berikan pelatihan dan hasilnya memuaskan. Setelah melayani pembeli yang datang, kami diajak ke rumah Bu Yus untuk ngobrol-ngobrol. Kami menanyakan perkembangan penjualan dari Bu Yus beserta dengan mitra yang lain. Untuk Bu Yus sendiri, penjualan dari hari ke hari cukup stabil, ±20 buah/hari. Kalau lagi ramai sekali, bisa mencapai 30 buah. Untuk mitra yang lain, penjualan Rokus juga hampir sama banyak, ±20 buah/hari. Rokus dengan rasa coklat, strawberry, susu, dan keju merupakan favorit dan paling sering dipesan oleh para pembeli.

Melihat keseriusan para mitra untuk melakukan penjualan dari hari ke hari membuat tim kami lebih bersemangat lagi dalam ULAS ini. Kami pun ngobrol lebih lanjut soal permasalahan yang dihadapi oleh Bu Yus. Sejauh ini tidak ada masalah yang berat, hanya masalah-masalah yang kecil dan mampu ditangani oleh para mitra. Masalah yang lumayan berat mengenai selai untuk Rokus, selai yang dipakai oleh para mitra merupakan selai yang dipesan dan dibawa oleh tim Rokus dari Bandung ke Jakarta. Untuk selai-selai favorit seperti coklat dan strawberry sudah habis sejak pertama kali dibawakan oleh tim Rokus. Bu Yus sudah mencoba untuk mencari pengganti selai sejenis di dekat Cilincing akan tetapi selai coklat dan strawberry yang dibeli dari segi kualitas dan rasa kalah dari selai yang dibawa dari Bandung. Hal ini cukup mengganggu karena para mitra harus agak sedikit bergantung pada tim Rokus soal selai. Para mitra sedang berusaha untuk mencari selai yang sesuai dengan standar yang telah ditentukan oleh tim Rokus.

Selanjut soal mitra lain, Bu Wiwid. Dari cerita yang disampaikan oleh Bu Yus bahwa Bu Wiwid agak kurang koperatif dalam bekerja sama. Sesuai dengan kesepakatan dan peraturan yang telah kami setujui bahwa setiap penjualan dari Rokus harus disetorkan kepada Bu Yus selaku kepala mitra sehingga tim Rokus dapat mengontrol uang untuk dikelolah kembali. Bu Wiwid juga tidak menuruti peraturan di mana apabila bahan baku habis (seperti selai, mentega, keju, plastik, dll) harus melaporkan kepada Bu Yus sehingga Bu Yus dapat mengatur untuk membeli barang tersebut sehingga mempunyai standar yang seragam, tetapi Bu Wiwid sendiri langsung membeli barang tersebut tanpa persetujuan Bu Yus. Mendengar hal tersebut, kami pun mengunjungi Bu Wiwid setelah dari rumah Bu Yus.

Kami pun berangkat ke tempat Bu Wiwid untuk berdiskusi. Bu Wiwid mulai menjual roti kukus mulai jam 3 siang sampai jam 10 malam karena di daerah tersebut ramai di atas jam 3 menurut Bu Wiwid. Kami pun menanyakan permasalahan yang dihadapi oleh Bu Wiwid, tetapi sampai sejauh ini masih belum ada. Kami pun melakukan pendekatan kepada Bu Wiwid untuk mengingatkan kembali setiap hasil penjualan dari Rokus harus disetorkan kepada Bu Yus setelah dipotong komisi untuk para mitra Rp 1.000 per penjualan dan harus mengambil bahan baku yang sudah habis dari depot tempat Bu Yus.

Kami tidak ke tempat mitra ketiga, yaitu Bu Emi karena keterbatasan waktu dan tempat Bu Emi yang jauh. Penjualan Bu Emi bisa dikatakan bagus sekali karena menurut Bu Yus daerah tempat Bu Emi, para anak-anak di sana telah mempunyai penghasilan sendiri sehingga daya konsumsi di sana lebih bagus. Beberapa masukan dari Bu Yus :

  • Apa yang harus dilakukan dengan uang yang telah dikumpulkan dari mitra setelah dipotong komisi? Apakah disimpan ke tabungan Bu Yus sendiri dengan pencatatan yang telah memadai atau bagaimana? Kami menyarakan untuk membuka tabungan di Koperasi Kasih Indonesia.
  • Bu Yus memerlukan transportasi sepeda untuk mengontrol para mitra lainnya dan untuk membeli bahan baku di pasar. Kami berencana untuk bekerja sama dengan KKI supaya Bu Yus dapat melakukan cicilan sepeda di KKI.
  • Jangan hanya jualan Rokus saja, coba roti burger dan sejenisnya dengan resiko mudah ditiru.

 

Kunjungan ke-12
4 November 2012
Verry Anggara

Pada kunjungan ini, saya datang bersama Joy Enrico, tim ULAS dari MSS FE UI, kami tiba di cilincing dari pukul 10 pagi. Agenda kali ini adalah untuk survey kinerja klien, re-stock selai, dan mentoring. Pertama-tama kami mengunjungi Bu Yus untuk memantau, setelah nngobrol bu Yus bercerita kalo tanggapan warga terhadap Rokus ini sangat bagus dan sangat membantu. Sehari-hari tiap gerobak bisa menjual diatas 15 roti tiap hari. Dari data juga terlihat bahwa penjualan rata-rata dari 3 gerobak adalah 57 roti tiap hari (target kami adalah 60 roti tiap hari). Tapi bu Yus mengalami masalah mengenai pencatatan, sebelumnya bu Yus melakukan pencatatan di 1 buku saja dan ternyata cukup menyulitkan sehingga bu Yus kemudian memutuskan untuk memisahkan pencatatan tiap gerobak di 3 buku yang berbeda. Namun, berdasarkan cerita bu Yus belakangan ini penjualan di gerobaknya menurun, sementara penjualan di gerobak Bu Emi dan Bu Wiwid meningkat. Hal ini menjadi tugas tim Rokus untuk mengidentifikasi penyebab & memberikan rekomendasi.

 

Minggu lalu, Bu Yus mencari selai di daerah Cilincing untuk menjadi pengganti selai yang kami bawa dari Bandung dan blueberry sudah ditemukan toko yang menjual selai dengan rasa dan kualitas yang setara bahkan lebih baik dengan selai kami, namun untuk selai coklat yang kami bawa dari bandung masih lebih bagus kualitasnya. Hari itu saya membawa 7 kg selai berbagai rasa yang akan di stock untuk ke-3 gerobak.

Setelah dari bu Yus kami kemudian mengunjungi tempat bu Emi, saat itu kebetulan bu Emi sedang tidak berjualan. Bu Emi mengatakan berjualan rokus sangat membantu penghasilan keluarganya, dia bisa berjualan roti kukus sambil bekerja mengupas kerang di rumahnya. Hanya saja menurut pengakuan bu Emi, beberapa hari terakhir penjualannya menurun, salah satu penyebabnya karena ada truk besar yang parkir di depan rumahnya yang menghalangi gerobaknya.

Setelah dari tempat bu Emi, kami kemudian berkunjung ke tempat bu Wiwid, waktu itu bu Wiwid juga sedang tidak berjualan karena bu Wiwid lebih laris berjualan di malam hari, bu Wiwid adalah klien dengan penjualan tertinggi belakangan ini.

Setelah dari tempat bu Wiwid, saya kemudian bertemu dengan mentor untuk konsultasi mengenai Rokus. Poin penting dari mentor adalah mengenai pertumbuhan bisnis, jadi kita harus menunjukan kalo Rokus bisa growth, walaupun 2 minggu penjualan belum bisa memperlihatkan trend penjualan Rokus. Jadi selama 2 minggu terakhir ini kami harus bisa melakukan analisis terhadap hasil penjualan Rokus setiap hari. Untuk melihat apa yang menyebabkan penjualan tinggi (>30 buah) atau rendah, kemudian dari analisis itu akan dihasilkan rekomendasi yang diberikan kepada tiap klien Rokus agar penjualannya bisa terus meningkat.

Story About Rokus #6

no comments

Kunjungan ke-9
7 Oktober 2012
Verry Anggara

Agenda kami berikutnya adalah membeli kompor dan buleng yang akan digunakan pada gerobak Rokus. Sebenarnya ini sudah kami agendakan dari 2 minggu yang lalu namun dikarenakan dana dari Unilever yang tak kunjung turun, timeline kami kemudian terus mundur, bahkan terkadang kami menggunakan uang pribadi kami untuk membiayai keperluan Rokus yang benar-benar penting. Uang yang kali ini akan kami gunakan untuk membeli kompor dan buleng berasal dari uang pribadi kami dan sebagian dari uang yang dipinjamkan teman/saudara

Kunjungan kali ini sebenarnya direncanakan untuk dilaksanakan pada tanggal 6 Agustus, awalnya saya dan William yang mendapat giliran untuk berkunjung kesana. namun karena ada miskomunikasi akhirnya kunjungan pada hari sabtu tersebut batal. Kami kemudian mengagendakan untuk berangkat ke CIlincing pada hari minggu, namun sayangnya karena ada acara keluarga yang tidak bisa saya tinggalkan maka saya tidak bisa menemani William untuk berkunjung ke CIlincing pada hari minggu tanggal 7 tersebut. Untuk mengganti kunjungan tersebut saya kemudian mengagendakan untuk berkunjung pada hari Senin tanggal 8 Agustus. William tidak bisa ikut karena ada janji dengan dosen pada hari itu.

Pada hari senin saya berangkat sendiri dari rumah Saudara di daerah Slipi ke CIlincing sekitar jam 9 pagi. Disana saya langsung menuju ke pasar Kalibaru untuk mendatangi toko tempat penjual kompor dan buleng yang sbelumnya sudah disurvey oleh William dan Vincent. Pertama saya membeli kompor Rinnai sebanyak 3 buah seharga Rp 375.000, dan selang gas seharga Rp 195.000. kemudian setelah membeli kompor saya kemudian mencari tempat untuk mencari buleng yang persis sama dengan buleng yang digunakan oleh William di gerobaknya di bandung. Namun sayangnya setelah berkeliling cukup lama, saya tak menemukan buleng seperti itu, ada beberapa buleng dengan desain yang berbeda namun saya khawatir hasilnya akan berbeda bila digunakan untuk Rokus.

Karena sudah sore dan tidak menemukan buleng yang diinginkan, saya kemudian mengantarkan kompor yang telah dibeli tadi ke Bu Yus untuk disimpan sementara. Saya meminta tolong kepada bu Yus untuk mencari Buleng keesokan harinya di pasar Kalibaru. Setelah menyerahkan uang dan berbincang-bincang cukup lama saya kemudian kembali ke Bandung. Kami berharap secepatnya klien kami bisa berjualan untuk membantu pemasukan keluarga mereka

 

Kunjungan ke-10
14 Oktober 2012
William Lautama

Dalam kunjungan kali ini William bertemu dengan ke3 mitra Rokus di Cilincing yang berperan sebagai penjual dalam operasional sehari-hari Rokus. Maaf gambarnya kurang jelas

Bu Wiwid, Bu Emi, dan Bu Yus

Bu Wiwid sebagai mitra
Bu Emi sebagai mitra
Bu Yus sebagai mitra dan supervisor

Bu Emi merupakan calon mitra yang baru dikenal karena calon mitra sebelumnya bekerja selagi menunggu persiapan Rokus. Bu Emi, seperti ibu yang lainnya, juga memiliki 3 orang anak yang masih duduk di bangku SD dan SMP. William berkenalan dan menjelaskan konsep Rokus sampai operasional secara detail. Ada kontrak yang wajib disepakati antara Rokus dan mitra Rokus. Terlihat jelas dari raut muka dan nada bicara ke-3 calon mitra Rokus tidak merasa nyaman dengan adanya kontrak ini, maka William menjelaskan dan memotivasi ke-3 calon mitra Rokus supaya mengerti dan mau menandatangani kontrak. Tantangan yang besar untuk memotivasi supaya mereka mengerti keberadaan kontrak ini sebab biasanya mereka bekerja atau kehidupan sehari-hari hampir tidak pernah menggunakan kontrak. Setelah dibantu supervisor Rokus (Bu Yus) yang memberi penjelasan, ke-2 mitra lainnya mau mengerti dan menandatangani kontrak tersebut.

Komponen sumber daya Rokus dari sisi fasilitas operasional (solet, buleung, kompor, dan lain-lain) dan gerobak juga sudah ada. Rokus di Cilincing sudah bisa memulai penjualan secepatnya setelah membeli bahan baku (selai dan roti kukus).

Story About Rokus #5

no comments

Kunjungan ke-8
30 September 2012
Vincent & Hendydy Kwik

Sudah sebulan lebih projek ULAS berjalan, semangat & motivasi kami (tim Rokus) sempat turun untuk melanjutkan projek ULAS tersebut. Cukup banyak masalah yang datang; tidak semudah yang kami perkirakan di awal projek saat perencaan. Seperti pada umumnya, lebih mudah merencanakan daripada melakukan dan hal ini benar-benar terbukti. Salah satu hal yang membuat semangat dan motivasi turun adalah merasa cukup jenuh dan capek karena kami harus bolak-balik Bandung-Jakarta hampir setiap minggu, keterbatasan transportasi untuk menjangkau Cilincing, masih belum mendapatkan supplier roti yang menjadi hal yang sangat penting, pencairan dana tahap dua yang belum turun dimana kelompok kami benar-benar membutuhkan dana tersebut untuk melanjutkan tahap berikutnya, membagi waktu kuliah dengan tugas-tugas cukup banyak, tugas akhir, serta kegiatan lainnya benar-benar menguras waktu dan energi.

Setelah bertemu dengan para mentor dan NGO-KKI, kami mulai bangkit kembali. Berbagai masukan, pendapat, motivasi, serta dorongan dari para mentor dan NGO membuat kami lebih bersemangat lagi untuk menjalankan projek ULAS ini.

 

Minggu, 30 September 2012, Vincent dan Hendydy berangkat dari Bandung ke Jakarta untuk menyelesaikan hal-hal yang sempat tertunda dengan masukan dari para mentor dan NGO. Dari Bandung, kami sudah membawa selai yang akan menjadi varian roti kukus yang akan dijual yaitu coklat, blueberry, strawberry, dan kacang dimana merupakan rasa yang cukup populer dan disukai oleh masyarakat pada umumnya. Sesampainya di Jakarta, kami langsung ke Cilincing.

Hal pertama yang kami lakukan adalah ke tempat pembuat gerobak di mana kami sudah berjanji akan melunasi gerobak yang kami pesan (Sebenarnya gerobak tersebut sudah jadi dari minggu lalu, 23 September 2012 dan dikarenakan dana masih belum turun maka kami meminta pengertian dan kesediaan pembuat gerobak untuk menunggu). Kami berusaha melunasi gerobak tersebut dengan uang pribadi yang kami kumpulkan sambil menunggu dana tahap kedua dari Unilever Indonesia. Kami mengecek semua gerobak pesanan kami telah sesuai dengan spesifikasi yang kami minta. Ada sedikit perbaikan dan penyempurnaan terakhir yang harus dilakukan sebelum diantar.

Sambil menunggu perbaikan dan penyempurnaan terakhir, kami pun berkunjung ke rumah Ibu Yus terlebih dahulu untuk ngobrol dan memberitahu persiapan terakhir kami. Kami menitipkan selai yang telah dibawa dari Bandung kemudian kami pun ke pasar setempat untuk membeli berbagai perlengkapan untuk menjual. Mulai dari mentega, keju, susu kental, kotak selai, capitan roti, pisau roti, talenan, tabung gas, dan lain-lain. Kami berkeliling untuk membeli peralatan tersebut hingga sore. Kami juga membeli rantai dan gembok untuk masing-masing gerobak agar gerobak tersebut aman dan tidak dicuri. Peralatan yang belum terbeli adalah kompor gas beserta selang dan bulengan karena uang yang kami kumpulkan sendiri sudah tidak cukup untuk membeli peralatan tersebut.

Setelah selesai mencari peralatan yang dibutuhkan, kami pun kembali ke tempat pembuatan gerobak dan semua gerobak telah selesai dibuat dengan sempurna. Kemudian gerobak tersebut pun diantar : satu gerobak diantar ke rumah Bu Yus dan dua gerobak lainnya diantar ke rumah Bu Wiwid. Persiapan menjual pun uda mencapai 70%. Semua peralatan dan barang yang dibeli sudah dibagi menjadi 3 bagian buat masing-masing gerobak. Tinggal kompor gas, selang, dan bulengan yang belum dibeli serta desain untuk gerobak dan menu.

Sebelum meninggalkan Cilincing, kami pun mengunjungi rumah Bapak Haji Baso, pemilik Alfamart yang akan menjadi tempat kami untuk berjualan roti kukus. Kami bertemu dengan Ibu Mus, istri Bapak Haji Baso dan beliau telah memberi izin buat kami berjualan dengan harga Rp 300.000 perbulan. Bu Mus tidak keberatan kalau kami menaruh gerobak kami di sana walaupun masih belum berjualan dan uang sewa bisa menyusul setelah mulai berjualan. Hal ini merupakan hal yang sangat positif menurut kami.

Setelah itu, kami singgah kembali ke rumah Bu Yus karena mau bertemu dengan salah satu teman Bu Yus yaitu Bapak Ahmadi yang akan menjadi mitra kami untuk mengambil roti di daerah Jelambar. Produsen roti yang kami dapatkan belum bersedia mengantar roti tersebut ke daerah Cilincing sehingga mitra kami harus mengambil sendiri ke produsen roti tersebut. Dikarena mitra penjual kami adalah ibu-ibu dan tidak memiliki motor sehingga kami bekerja sama dengan Bapak Ahmadi untuk mengambil roti tersebut di malam hari setelah Bapak Ahmadi pulang kerja. Kami pun berangkat bareng beserta Bapak Ahmadi dan anak Bu Yus, Mas Eko untuk mengetahui lokasi produsen roti.

Salah satu yang cukup menarik dan membuat kami sadari esensi dari projek ULAS di Cilincing adalah ketika akan pulang ke rumah saudara kami di Jakarta. Motor yang kami bawa kebetulan lampunya putus sehingga harus diganti terlebih dahulu (sudah malam sehingga cukup berbahaya membawa motor tanpa lampu depan). Kami singgah ke salah satu bengkel untuk memperbaiki lampu motor tersebut. Di bengkel tersebut, ada salah seorang montir yang memperbaiki lampu motor kami. Menurut kami montir tersebut sangat ramah dan sabar sekali. Dia bertanya kepada kami, kenapa kalian kelihatan buru-buru banget sambil memperbaiki lampu motor. Gak apa-apa kok mas, bisa diperbaiki, ini pasti ada maksudnya. Kalau sudah begini, tenang saja. Sambil menunggu lampu tersebut diperbaiki, kami sempat ngobrol dengan anak Bu Yus dan mas Eko.

Vincent : Mas, sudah umur berapa sekarang? Masih sekolah mas?
Mas : Seharusnya sudah kuliah mas, tetapi saya sampai tamat SMA saja, enggak punya uang buat lanjut kuliah.
Vincent : Jadi sekarang sibuk ngapain saja mas? Lagi bantu orang tua?
Mas : Lagi cari kerja sih mas, baru belakangan ini berhenti bekerja.
Vincent : Sebelumnya kerja di mana mas?
Mas : Sempat kerja di kapal penangkap ikan di Bali mas, tapi sudah berhenti.
Vincent : Kenapa mas?
Mas : Awalnya ditawarin sama teman warga Cilincing juga, mau kerja di kapal pengangkapan ikan enggak? Gajinya lumayan besar lho. Dikarenakan harus membantu orang tua, saya bersedia bekerja untuk membantu orang tua. Sesampainya di kapal penangkap ikan, saya dipaksa bekerja dari jam kerja biasa (suka disuruh lembur), tidak dikasih istirahat. Gaji yang diberikan tidak sesuai yang dijanjikan, hanya setengah dari yang dijanjikan. Tidak boleh berhubungan dengan keluarga, hanya saat keadaan yang sangat penting dan darurat saja dan itu pun harus melalui kapten kapal. Saya dikontrak selama sepuluh bulan. Kalau di kapal ada masalah, keluarga tidak akan diberitahu kabar dari anggota keluarganya. Malah keluarga sempat berpikir saya sudah meninggal karena sempat ada kabar kalau ada kapal yang tenggelam.
Vincent : Jadi sekarang masih cari kerja ya?
Mas : iya mas.
Vincent : (Dalam hati, kasihan juga ya. Berasa beruntung masih dapat kesempatan kuliah sedangkan orang lain harus sudah bekerja membantu orang tua dan keluarga).

*Lampu motor pun telah selesai diperbaiki. Monitir tersebut pun mengatakan : hati-hati mas pulangnya (ketemu orang-orang yang benar-benar ramah, terasa beda).

 

Side story : Mas Eko menurut kami ada sedikit keterbatasan, mempunyai keterbatasan fisik dengan ukuran tubuh. Tetapi yang membuat kami terkagum adalah semangat beliau untuk bekerja. Walaupun mempunyai sedikit keterbatasan fisik, masih mampu bekerja seperti manusia biasa lainnya. Hal yang luar biasa adalah dia mau membantu kami untuk mengambil roti ke Jelambar dari Cilincing (beliau bekerja di daerah Sunter, jadi sepulang kerja dari Sunter singgah ke Jelambar terlebih dahulu untuk mengambil roti). Dari Cilincing ke Jelambar menurut kami lumayan jauh, akan tetapi ketika sampai di tempat produsen roti, dia mengatakan sambil senyum tulus “tempatnya cukup dekat” padahal tadi jalannya agak muter-muter. (Kami yang membawa jalan dari Cilincing ke Jelambar, kebetulan kami bukan orang Jakarta juga). Dalam hati, padahal menurut kami jarak tersebut lumayan jauh. Bapak Ahmadi bersedia menjadi mitra kami untuk mengambil roti dari Jelambar ke Cilincing dan kami akan membayarnya setiap pengambilan.

Sore hari sekitar jam 5 kami pun berpisah dan pulang ke tempat masing-masing. Setelah pulang rumah, kami baru benar-benar menyadari esensi dari projek ULAS ini selama ini dari orang-orang yang kami temui seharian di Cilincing. Agak susah diungkapkan dengan kata-kata tetapi bisa dibilang senang sekali dapat membantu orang lain yang kurang mampu dengan kemampuan yang kami miliki (Apalagi mendapat dana dari Unilever dan kami tinggal menjalankan projek tersebut dengan mendapat bimbingan dari pihak Unilever beserta mentor-mentor dan NGO). Kadang kita suka merasa masalah yang kita hadapai sangat sulit sekali, padahal baru masalah kecil yang berhubungan dengan masalah kuliah atau pribadi. Akan tetapi, orang-orang tersebut harus menghadapi berbagai masalah, masalah keluarga, biaya hidup, bagaimana cara mendapatkan penghasilan tambahan, membantu orang tua, dan masih banyak lainnya.

Bahagia itu sederhana sekali :D

Story About Rokus #4

no comments

Kunjungan ke-7
23 September 2012
Verry Anggara

 

Kunjungan kali ini hanya dilakukan oleh  Verry Anggara seorang karena rekan-rekan yang lain berhalangan hadir karena ada kegiatan/urusan lain yang tidak bisa ditinggalkan. Agenda untuk kunjungan kali ini adalah :

  1.  Mengecek progress gerobak
  2. Survey ke calon Supplier Roti (Mas Eko)
  3. Penjurian
  4. Kunjungan ke calon tempat jualan (RS Pasir Koja)
  5. Bertemu dengan pak Haji Baso (Pemilik Alfamart Kalibaru, salah satu calon tempat jualan)
  6. Membeli gembok dan rantai untuk gerobak

 

Verry mengunjungi CIlincing sejak jam 9 pagi. Tempat pertama yang dikunjungi adalah tempat pembuatan gerobak (Mulia Baru ALuminium), dia berdiskusi dengan penjual gerobak dan memantau perkembangan gerobak. Gerobak yang dipesan sudah jadi, tinggal dipasangi kaca saja. Kaca ini belum dipasang sebelum gerobak diantarkan ke klien agar menghindari resiko pecah saat disimpan. Seharusnya kami sudah melunasi dan mengambil gerobak pada hari tersebut namun uang tahap 1 dari Unlever sudah habis untuk DP dan transportsi. Pemilik Mulia Baru ALuminium mengatakan bahwa apabila gerobaknya ditinggal untuk waktu yang lama akan mengganggu proses produksi mereka, karena tempat kerja mereka yang kecil sehingga apabila pesanan yang belum diambil menumpuk akan menyebabkan ruang kerja mereka makin sempit. Kami belum bisa melunasinya dan berencana untuk membayarnya minggu depan. Terima kasih untuk pemilik Mulia baru ALuminium yang mengerti kondisi tim Rokus.

Setelah memilih jenis kaca yang akan digunakan untuk gerobak, Verry bertemu dengan bu Yus di rumahnya. Kemudian mereka mengunjungi depot calon supplier roti yang berada di Cilincing, mas Eko, yang berjarak sekitar 2-3 km dari rumah Bu Yus. Di depot, tersedia berbagai jenis roti yang mas Eko sediakan untuk penjual roti yang ada di CIlincing. Roti yang ditawarkan mas Eko untuk menjadi bahan baku adalah roti “Moca”.

Roti Moca

 

Roti ini diproduksi rutin oleh mas Eko dan biasanya dijual dengan isi selai berbagai rasa. Ada perbedaan antara roti Moca dengan roti yang kami gunakan di Bandung, roti ini memiliki ukuran yang lebih besar, dan tekstur yang lebih halus. Roti ini dijual dengan harga Rp1.500 dan mas Eko menyanggupi untuk mengantar roti tiap hari sesuai pesanan kami. Mas Eko tidak perlu dibuatkan kontrak kerjasama, cukup bayar tunai saja begitu roti sudah diantar. Verry masih belum close deal dengan mas Eko karena harga bahan baku roti yang terlalu mahal dan masih perlu dibicarakan dengan tim.

Lalu kami bertemu dengan Bu Indri dan Bu SInta, tim Juri dari Unilever yang akan mengunjungi Cilincing. Kami bertemu juri di Alfamart kalibaru, yang merupakan salah satu calon tempat jualan kami nantinya. Verry mengenalkan tim juri dengan bu Yus dan dibawa untuk melihat gerobak kami yang sudah 90% jadi. Tim Juri memberi banyak tanggapan positif dan masukan untuk Rokus, mencari lebih banyak calon klien untuk mengantisipasi calon klien yang mengundurkan diri serta untuk memperhatikan kebersihan produk makanan yang kami jual.

 

Setelah berdiskusi sekitar 1 jam, tim Juri pamit dan tak lama kemudian bu Yus juga pulang. Kemudian Verry melanjutkan survey ke Kantin RS Pasir Koja yang merupakan salah satu alternatif tempat jualan kami. Tempat tersebut memang ramai pengunjung dan sangat menjanjikan untuk berjualan. Hanya saja biaya sewa tempat tersebut cukup mahal, yaitu Rp1.000.0000 untuk 2 bulan pertama, bulan berikutnya Rp300.000. Selain di areal kantin rumah sakit, sebenarnya pedagang yang ingin berjualan di RS Pasir Koja juga bisa berjualan di area luar rumah sakit. Untuk berjualan, hanya perlu izin di RT setempat namun opsi tersebut illegal karena tidak ada izin resmi dan beresiko mengalami penggusuran apabila ada razia dari Satpol PP.

Setelah dari rumah Sakit pasir Koja, Verry menuju ke rumah Pak Haji Baso, pemilik Alfamart kalibaru sebagai tempat jualan produk Rokus. Verry ingin bertemu untuk menandatangai kesepakatan kerjasama, sebelumnya kita sudah janji untuk bertemu dengan Pak Haji Baso di rumahnya jam 2 sore sejak 2 hari sebelumnya, namun sayangnya setelah menunggu dari jam 2 – 4 sore di rumahnya ternyata pak Haji Baso tak kunjung datang. Setelah Verry telepon, ternyata beliau sedang di rumah sakit untuk menjenguk keponakannya yang habis operasi.

 

Senin 24 September 2012

Hari Senin 24 September 2012, Bu Indri datang ke Bandung sebagai pembicara seminar Unilever di ITB. Sebelum seminar, dia ingin mengunjungi depot rokus yang ada di Bandung. Bu Indri tiba di bandung sekitar pukul 10, lalu dijemput Verry dan diantar ke depot rokus milik WIlliam yang ada di daerah pelesiran. Setibanya di depot tersebut, William yang sudah menunggu kemudian menjelaskan mengenai cara pembuatan roti kukus. Bu Indri juga menyempatkan untuk mencoba beberapa varian roti kukus yang kami buat. Dalam kunjungan tersebut kami juga berdiskusi banyak mengenai perkembangan lomba ULAS dan perkembangan tim lain.

Terkait Rokus, awalnya kami diragukan di awal periode project berjalan karena berbagai kendala di lapangan namun setelah Bu Indri melihat lokasi di Cilincing dan berdiskusi langsung dengan kami, dia yakin project Rokus bisa berjalan dan memberi dampak positif bagi masyarakat Cilincing.

Fakta Unik Kuliah VS Kerja

no comments

Ini cerita fresh dari syukuran wisuda, di akhir acara semua wisudawan & wisudawati ditambah yang sudah lulus ataupun yang akan lulus duduk melingkar untuk merenung.

Salah satu hal yang dibahas adalah hal yang akan dilakukan kebanyakan mahasiswa setelah lulus, yaitu bekerja sebagai profesional di perusahaan. Teman saya ada yang sudah bekerja beberapa minggu berbagi pengalaman tentang lika-liku kehidupannya di kantor…Hal yang ingin saya bagikan dalam tulisan ini adalah dalam lingkungan kuliah, saya dan teman-teman sejurusan dileburkan dalam proses belajar di kampus dan kita semua berkenalan karena tulus/murni ingin berteman. Dalam kerja kelompok tugas besar pun kita masih bisa bekerja sambil bercanda dan ketawa haha-hihi meskipun sudah di ujung tanduk (baca : deadline). Menurut pengakuan teman, hal ini berbeda dengan lingkungan kerja dimana ada yang berkenalan & dekat karena ada perlunya → hubungan transaksional.

Saya tidak mengetahui seberapa banyak hubungan seperti di atas, namun tidak bisa dipungkiri bahwa pernyataan tersebut banyak terjadi dalam dunia profesional . Berkaca dari pengalaman saya ketika magang di beberapa perusahaan, saya melihat hubungan yang ada adalah hubungan layaknya partner kerja yang saling membantu dalam suatu project.

Menurut saya pribadi, selagi mahasiswa kita punya kesempatan untuk membangun relasi seluas mungkin dengan sesama mahasiswa, dosen, profesional, bahkan dengan CEO perusahaan besar sekalipun dan ketika nanti kita masuk dunia yang sebenarnya, kita bisa memilih untuk membangun hubungan dengan tulus atau transaksional. Lalu bagaimana cara membangun hubungan dengan tulus dalam dunia profesional? Mudah saja, yaitu berhubungan dengan partner kerja seperti dulu kita berhubungan dengan teman ketika kuliah. Semua manusia kan makhluk sosial, dalam lingkungan kerja pun pasti ingin berteman juga :D

 

Follow me @WilliamLautama

Top Lesson from Alice in Wonderland

no comments

Alice in Wonderland

Alice               : I just wanted to ask which way I ought to go.
Cheshire Cat  : Well that depends on where you ought to get to.
Alice               : Oh, it really doesn’t matter, as long as I…
Cheshire Cat  : Then it really doesn’t matter which way you go.

Cuplikan di atas saya ambil dari percakapan Alice dengan seekor kucing.
Bila kita memiliki tujuan tertentu (akan kemana), maka cara memilih jalan menjadi penting karena kalau salah pilih jalan bisa nyasar. Kecuali memang belum memiliki tujuan hidup, maka tidak akan pernah salah pilih jalan. Kita bisa mencoba beberapa jalan, trial-and-error, sampai kita sudah bisa menentukan apa tujuan nanti dengan SMART. Jangan hanya mengikuti trend ata kata orang tanpa pemikiran diri sendiri ibarat mengikuti arus air yang ada, karena air selalu mengalir dari tempat yang tinggi ke tempat yang rendah!

Silahkan share pengalaman atau pendapat kamu :D
Twitter @WilliamLautama