web analytics

Archive for the author ·

William Lautama

·...

The secret of Math

2 comments

Have you ever think why :
1. PLUS times PLUS equal to PLUS?
2. MINUS times PLUS equal to MINUS?
3. PLUS times MINUS equal to MINUS?
4. MINUS times MINUS equal to PLUS?

+ – + - + – + - + – + - + – + - + – + - + – + -

 

Here is the essence :
(+) PLUS   =  RIGHT
(-)  MINUS =  WRONG

1. Speak TRUE to something that is TRUE is TRUE
The math formula is + x + = +

2. Speak FALSE to something that is TRUE is FALSE
The math formula is – x + = -

3. Speak TRUE to something that is FALSE is FALSE
The math formula is + x – = -

4. Speak FALSE to something that is FALSE is TRUE
The math formula is – x – = +

 

 

Do you know any other math formula? Maybe integral or differential :P

@WilliamLautama

3 Things You Need to Know about Iron Man 3

2 comments

Jika julukan Superman adalah man of steel, maka Iron Man adalah man with steel :P

Menurut gw, Iron Man merupakan salah satu superhero yang realistis, teknologi Iron Man dapat dibuat & sangat mungkin diciptakan di masa depan untuk digunakan oleh tentara atau polisi ketika bertugas *pasti banyak yang mau jadi tentara atau polisi hehehe :D

Bukan seperti Superman, X-Men, atau Spiderman yang mendapat superpower dari keturunan, gen, hasil eksperimen, dewa, atau yang lainnya, Iron Man dan Batman membuat superpower mereka sendiri. Tony Stark & Bruce Wayne adalah 2 orang bilyuner yang memanfaatkan kekayaan dengan tepat untuk menjawab kegelisahan mereka terhadap apa yang terjadi di sekitarnya.

FYI… ini biaya yang harus disiapkan kalau kamu ingin menjadi Iron Man atau Batman.

The Cost of Being Iron Man and Batman

Biasanya gw nonton film drama atau genre lain di studio yang standar, beda dengan film dengan visual efek seperti Transformers atau Iron Man, gw akan memilih versi 3D untuk menikmatinya sampai maksimal. Sebagai penggemar film genre action & science-fiction apalagi film bertema superhero, gw sangat merekomendasi nonton film Iron Man versi 3D :D

Di Iron Man 3 banyak scene di mana Tony Stark bertarung tanpa baju besinya, dari awal film saja penonton langsung disuguhi scene rumah Tony Stark diserang sampai hancur sehingga dia harus mengungsi ke daerah yang jauh tanpa peralatan yang super canggih dan tetap mengejar Mandarin dengan kekuatan seadanya.

Iron Man 3 – Official Theatrical Trailer

 

Ada 3 hal yang perlu kamu ketahui tentang Iron Man 3 :

  1. You can fight even without your superpower
    Di film ini, Tony Stark membuktikan ketangguhannya sebagai manusia biasa yang bertarung melawan musuhnya meskipun tanpa bantuan baju besinya.
  2. Tony Stark is the real engineer
    Ada banyak scene film di mana tokoh utama dalam keadaan terdesak, mencari akal lalu membuat strategi atau alat. Tony Stark merupakan seseorang yang sangat cerdas, dia melakukan semuanya dan mengeksekusinya dengan baik apalagi ketika dia menerobos masuk ke markas Mandarin. He makes something from anything
  3. Good is not enough
    Tidak cukup memodifikasi Iron Man, Tony Stark menciptakan inovasi untuk mengendalikan Iron Man seperti mainan remote control dengan alat mirip Google Glass dan memanggil Iron Man dari jarak jauh.

Di samping itu, teknologi yang paling membuat gw amazed adalah teknologi 3D yang digunakan di rumahnya ketika dia mereka ulang TKP peledakan dan mencari informasi siapa biang kerok dan bagaimana ledakan terjadi.

Hal apa yang menarik dari Iron Man menurutmu? :)

 

@WilliamLautama

Paket Kejutan

no comments

Sejak beberapa hari lalu, saya buka warung di kamar kos mendapat kiriman paket 6 dus produk personal care products dari Unilever.

Ada rinso, blueband, pepsodent, lifebuoy, lux, sunlight, sunsilk, dan molto dengan jumlah sekitar 30 buah per item :D

Paket ini merupakan hadiah lomba Unilever Leadership Actions on Sustainability untuk tim saya, ini ceritanya.  Saya kaget mendapat paket 6 dus ini untuk saya sendirian hahaha awalnya Unilever memang menjanjikan paket produk selamat 1 tahun untuk pemenang lomba, ngga nyangka sebanyak ini. Dari sisi marketing, cara Unilever ini cerdas dengan tujuan agar saya dan teman-teman lain memiliki pengalaman menggunakan produk Unilever (customer experience), selain itu juga menjadi worth of mouth karena saya cerita dan membagikan beberapa produk ini kepada teman-teman.

Sebagian produk Unilever ini akan saya bawa pulang untuk digunakan di rumah (nyokap pasti senang ada penghematan uang belanja hehe), saya juga ingin menyumbangkan produk-produk ini ke panti asuhan atau panti jompo di Bandung atau siapapun yang membutuhkan (kabarin ya kalau kamu tahu ada yang membutuhkan :D ).

 

@WilliamLautama

Harvest Moon The Movie

no comments

Hi guys…

Have you ever played Harvest Moon when you were kid? :D

9 out of 10 of my friends play Harvest Moon especially the first generation, Back to Nature, as the most influential game. I played Harvest Moon, buy the guide book, and follow the tips… I dreamt someday I wanna be a farmer who lives in a beautiful and peaceful rural area like the game showed to us.


Harvest Moon : Back to Nature

Harvest Moon is a farm simulation role-playing video game series. The main objective of the game is to rebuild a run-down old farm and turn it into a successful one. Over a period of time the player tends to crops and livestock, befriends nearby townsfolk, and eventually in some series get married and start a family. The first game was Harvest Moon, released for the Super Nintendo Entertainment System in 1996.

The player’s character has primarily been male, but some games offer the option to play as a female character. The most common storyline of the series is the player takes over a farm that no longer has an owner tending to it, grows crops, raise livestock, making friends with the town’s people and creating a family while running a successful farm. Each game provides objects to collect or goals to complete, whether it is befriending villagers, collecting musical notes, finding sprites, making rainbows, or ringing bells. Money is obtained by growing crops, raising livestock, fishing, mining, and foraging. With a limited time and limited energy, the player has to find a balance between the two in order to accomplish their work for the day.

In recent years, Harvest Moon has inspired a large number of social network games centred around farming, most notably Happy Farm and FarmVille.

Now… What if Harvest Moon played in real life? Sounds very interesting, right :D

Harvest Moon The Movie (Trailer)

Until now, I have not pass 3 years in Harvest Moon. If you passed it, tell me some story how the Mayor evaluate your hardwork and what happen next? :D

 

@WilliamLautama

Sebuah Nilai dan Tanggung Jawab

2 comments

Hi… apa kabar kuliahmu :D

Gw yakin banyak mahasiswa agak SARIP kalau ditanya IP (Indeks Prestasi), terutama di lingkungan kampus gw agak tabu kalau bicara tentang IP. Jadi kalau mau kepo IP sobat lo, tipsnya dari awal semester janjian siapa yang IP lebih tinggi ditraktir yang lain. Kalau janjian 5 orang kan lumayan ngga berat di ongkos buat bayarin makan 1 orang hehehe :D

Pernahkah lo bertanya bagaimana proses para dosen menentukan nilai atau IP lo? Sebelum mereka menjadi pengajar, ada ujian sertifikasi pengajar dan aturan standar dalam sertifikasi ISO 9001:2000 atau ISO 14000 versi terakhir. Dalam prakteknya, setiap pengajar memiliki gaya masing-masing dalam memberikan penilaian.

  • ada yang memperhatikan keaktifan di kelas dan masuk dalam kriteria penilaian.
  • ada yang menilai hanya dari tugas dan ujian.
  • ada yang memberikan tugas sebagai stimulus agar mahasiswanya belajar dan input nilai ujian.
  • dan lain-lain…

 

Sebagai pengajar, guru atau dosen akan memberikan nilai berdasarkan kemampuan siswa atau mahasiswa. Dengan berbagai cara pengajar menilai, mereka akan menentukan kemampuan individu saat dinilai.

Hal di atas tentu saja merupakan paradigma yang umum dan sudah sepantasnya, namun beberapa hari lalu sahabat saya (sebut saja namanya Arya) bercerita tentang dosennya (sebut saja namanya Pak Ari) yang memberikan indeks A padahal sebelumnya dia sudah menghitung bahwa dia tidak akan mendapatkan indeks A. Setelah kuliah, Arya datang ke ruang dosen dan bertanya kenapa Pak Ari memberikan indeks A.

 

Pak Ari menjelaskan cara mengajar dan cara menilai yang dia lakukan

  • Cara Mengajar

Ibarat mengamati sehelai daun, kapasitas mahasiswa mengamati bagaikan kaca pembesar dan kapasitas dosen mengamati bagaikan mikroskop. Dosen sudah mendalami bidangnya bertahun-tahun bahkan puluhan tahun, kemampuan (skill) dan pengalaman (experience) dalam bidang yang dia ajarkan sudah terasah sehingga menjadi ahli/pakar. Hal ini tentu saja berbeda dengan mahasiswa yang baru pertama kali (newbie) mempelajari bidang tersebut.
Pak Ari memahami perbedaan ini sehingga ketika mengajar ataupun memberikan tugas, dia menyesuaikan dengan kapasitas mahasiswa.

  • Cara Menilai

Pendekatan yang dilakukan Pak Ari berbeda dengan prinsip ‘pengajar yang memberikan nilai untuk kemampuan saat ini’. Pak Ari memberikan nilai A supaya Arya tetap belajar dan memperbaiki kemampuannya. Pasalnya setelah lulus nanti, Arya lah yang akan bertanggung jawab atas nilai yang ia dapatkan ketika kuliah. Saya berpendapat inilah pengajar yang ideal, selain mengajar, mereka membangun ekosistem yang mendorong murid-muridnya untuk terus mengembangkan diri.
Insan pembelajar dipercaya dan dipandang sebagai manusia yang akan bertumbuh lebih dewasa seiring dengan berkembangnya pengetahuan yang dia miliki.

 

Disclaimer

  • Nilai sahabat saya mendekati A
  • Lulus dengan nilai bagus tanpa tanggung jawab untuk memperbaiki kemampuan akan menjadi bumerang sebab ketika individu tidak bisa perform di dunia nyata maka orang lain akan mencela.

 

Siahkan berkomentar atau berbagi cerita mengenai cara pandang yang menarik tentang pendidikan
@WilliamLautama

Google Student Ambassador

no comments

Google… Did I just read Google?
Yes, it’s Google and the best part is Google Student Ambassador program is welcome to all university student especially you :D

Google’s mission is to organize the world’s information
and make it universally accessible and useful.

Google Inc.

 

The Google Student Ambassador (GSA) Program is an opportunity for students to act as liaisons between Google and their universities. As ambassadors, you will

  • Learn about innovative Google products and programs
  • Plan and host fun events on campus
  • Act as a campus contact for Google teams
  • Help Google better understand each university’s culture

 

Ambassadors are thrilled by new technology, enthusiastic about Google, and involved in their school communities. All majors from Computer Science, to Anthropology, from Business to Zoology are welcome :D

Google Ambassadors have the opportunity to enhance their professional development, leadership, and communication skills, and access to a unique network of Google Ambassadors across the globe (more than 1000++ students). All GSAs will receive cool Google SWAG (Stuffs All You Get) 

 

Plus, we are equipped with Gmail bag (some got Google jacket) *wink*

GSA program consists of students who passion for technology and innovation. The program is one school year in length. Last year Google selected 120 GSAs who will represent us in 42 campuses across South East Asia from more than 600 applications. It was an awesomely fun process for us, having to interact with so many passionate and enthusiastic students!

To kick off GSA program, last year Google invited all ambassadors to attend the Ambassador Summit at Google Singapore on 10 – 12 July 2012. Here, the ambassadors met Googlers, interact with ambassadors from other schools across South East Asia and of course, learned about Google products!

 

Google Ambassador Summit Video

 

During one year pogram, there were various events Google held in your country and GSA will get privileged to come without any registration or submit application. Here are some fun moment of Google events & program for GSA.
g|Indonesia
GDG DevFest
Free and open campaign
Chrome Open Spaces
Google Online Marketing Challenge
Google Sites Challenge
and many more…

 

Our responsibilities are

  • Work closely with Google teams
  • Learn innovative Google products and programs
  • Plan and host fun events on campus
  • Act as a campus contact for Google teams
  • Help Google better understand our university’s culture
  • Source of knowledge for our university about Google products

Personally, I made several events by myself or collaborate with other GSAs or invited by other event as speaker at seminar to share Google Apps for Education.

Also attended free online course Power Searching with Google that will help students become smarter searchers by teaching search strategies and exploring Google’s advanced tools.

Read more about GSA program here. We are now open for applications to be part of 2013/2014 batch of Google Student Ambassadors. Fill our application form.

TIPS : Be creative, show your strength, and dazzle them :D

Good luck
@WilliamLautama
Google Student Ambassador of Indonesia

What We Learned About Happiness

3 comments

 

In life, we learn about happiness from many sources, from friends to family, books to Internet, class to seminars. We keep talking about happiness, and always seek it in our life. Almost all the time, we are trying so hard to get the happiness what we want. Each individual has different perception about happiness. Our mind is creating our own happiness, what make us comfortable, what make us to be proud, what make us to have a good feeling, what make us to feel that we are in the top of the world.

 

 

  • For some of us, we are looking for happiness in term what we own, we think we can be happy with the car that we ride, or the bigger house that we are live in or How much money in our bank account?
  • For some of us, we are looking for happiness if we achieve something in what we did in work place. We are after legacy to be echo in eternity, to be known at what that your passion about and great at it. The pride of to be excellence run in our bloods. To win and to be the best on what we do.
  • For some of us, we are looking for happiness in love manners. We believe that if someone love us make us fly to the moon, the smile of our love ones sooth our feeling. Being together in marriage will bring us stronger.

 

Sometimes, we believe that we are happy if we achieve what we are thinking. What we are thinking sometimes sounds logical and make senses at the moment. But, all those make us genuinely happy? Or we still missing something in our life. The excitement only felt at the moment. However, our mind can be the greatest assets but also can be the greatest enemy for us. As we know, too much of everything will turn into poison. For the most part in our life, we don’t realize it time to time if we are to obsess with our thinking about happiness. Our life is complete, we have healthy body, warm family, good school, etc.. but still always not enough.

It is in our nature as human to think into one deep vision tunnel to be concentrate fully with one thing at the time. Our body move because our mind give instruction to do things and make our “heart” emotion to feel accordingly. Through out the time, we realize, if we don’t actually really happy when we achieve the happiness that we are thinking at the moment, we decide to move to another perception of happiness.

So, what is the true happiness then? Do we have to chase happiness forever in our life? Or we are thinking in the wrong way? Wait a minute! So we can think our happiness merely what we are thinking. If we keep chasing the happiness one by one, why don’t we realize that one thinking of happiness does not enough for us. All of us can think the right balance of all happiness we want in life and it will be great.

Moreover, if our mind keeps looking the lack part or the wrong part in our life, we will never reach our happiness. If we paused for a second, perhaps we could see more positive things happened in our life compare to negative things we encountered. Our mind sometimes resists to ignored, instead our mind will be more focus on the negative things. We have to balance our mind in order we able to balance our happiness and reach the full of happiness in life.

At a seminar John Maxwell, ask question addressed to his wife. “Are you happy to be the wife of John Maxwell?” Maxwell Eyes fixed on her, waiting for an answer for this faithful wife who accompanied him. She stood up and answered the question with a smile and the words very quietly, “No one in this world can make me happy. Not even my husband, because anything he did for me is my decision to be happy. Only me who was able to take the decision to make myself happy.” Can our family, friends, boyfriend/girlfriend make us happy? NO! Because happiness is a choice, I want to be happy, regardless of my circumstances.

When we are happy for any reason, we will be sad or even suffer when those reasons disappear from our lives. Too bad if our happiness depend on the external factors, but there are internal factors we always have and make our live happier.

Happiness is about a mindset of being comfortable what you are thinking and feeling. As we know there is nothing perfect in this world. Our expectation about happiness will set our own level of happiness. Be grateful and Set your own happiness :D

 

Choose to be happy for no reason at all. If we are happy for any reason, we could be in trouble because that reason can get taken away from us.
- Unknown -

Written by Danny Oei Wirianto CEO of mindtalk.com added by William Lautama

 

This is my life and I choose to be happy because I deserve to be happy
@WilliamLautama

Danamon Young Leaders Award (DYLA) – day 4 & 5

2 comments

19 Desember 2012 – day 4

Morning Walk

Pagi hari kami jalan-jalan di daerah sekitar kampus Danamon, masuk ke tempat tinggal warga sekitar yang sederhana dan melewati sawah & perkebunan pisang – back to nature :D

 

Study case in action

Hari ini tidak ada program dari Danamon dan kami menggunakan waktu seharian untuk mengerjakan study case. Nama tim gw adalah tim SengatSemangat! Awalnya kami berusaha mengerti permasalahan, menyamakan pemikiran lalu brainstorming. Proses diskusi sangat menyenangkan dengan banyak sudut pandang dari berbagai latar belakang jurusan, di tim gw terdiri dari jurusan Teknik Industri, Akuntansi, Statistika, dan Ekonomi. Lokasi diskusi kami di perpustakaan kampus Danamon dekat sumber wifi hehehe diskusi kami berlangsung sepanjang hari dan malam, diakhiri dengan pembuatan slide presentasi untuk menyampaikan hasil diskusi kami kepada dewan juri keesokan paginya.

Slide presentasi tim SengatSemangat gw buat dengan guideline Windows 8 style atau yang sebelumnya dinamakan metro style. Gw belajar mendesign slide presentasi yang fun, clear, dan bagaimana menyampaikan presentasi dengan lebih powerful.

 

20 Desember 2012 – day 5

Presentasi solusi study case

Jam 9 pagi kami semua berkumpul di ruang eksekutif 1, kampus Danamon untuk memulai presentasi ke-4 kelompok. Kelompok SengatSemangat mendapat urutan presentasi lucky number 1 :D menurut gw urutan presentasi paling enak adalah paling awal atau paling akhir. You can give a punch line as benchmark and easier to be remembered by judges!

Setelah mengambil nomor urutan presentasi, kami semua berfoto di depan gedung utama kampus Danamon.

Presentasi dimulai secara bergiliran…

Sesi presentasi berakhir sekitar jam 2 siang. Kami diberikan waktu kosong sekitar 2 jam untuk beristirahat, gw langsung tidur hehehe :P

 

Farewell party at Cimory Riverside

Sorenya, kita naik kendaraan menuju Cimory Riverside dengan menu khasnya Susu, Yoghurt, dan Ice cream. Kita saling berbagi kesan dan pesan yang menyenangkan selama 5 hari di kampus Danamon.

Kami dijamu makan malam yang lebih lengkap dari 4 sehat 5 sempurna, lengkap dari hidangan pembuka – utama – penutup semuanya super. Betul-betul perbaikan gizi :D

 

Awarding night

Makan malam selesai, yang ditunggu adalah pengumuman pemenang pilihan dewan juri. Puji Tuhan, tim SengatSemangat berhasil menjadi 2nd Winner DYLA 2012, G double O D J O B… Good job SengatSemangat Monika Pratiwi | Novan Bastian | Ahmad Fikri | Dita Amelia :D Selamat untuk Q team yang menjadi 1st Winner DYLA 2012 dan teman-teman tim lain. We did our best!

Terima kasih banyak untuk Danamon untuk program yang spesial memberikan kami pengalaman berharga dan sahabat baru : Abdullah, Ali Sulas, Aninda, Arif, Febri Samuel, Jessy, Monika, Novan, Nur Anreza, Irma, Yeni, Peter, Dita, Ahmad, Hasan, Syaban, Tania, Hendrik, dan Fira.

Walaupun cuma sebentar namun berkesan, perpisahan di Cimory sedih banget ampe tumpeh-tumpeh deh… sangat menyenangkan menjadi bagian dari keluarga Danamon bersama 19 sahabat baru :)

 

@WilliamLautama

Danamon Young Leaders Award (DYLA) – day 3

no comments

18 Desember 2012 – day 3

 

Hari kedua diawali dengan aktifitas pagi pada pukul 06:00 WIB, kami semua menikmati sejuknya udara pagi di kampus Danamon sambil berolahraga bersama :D

Setelah makan pagi, kami mengikuti workshop Project Management yang dibawakan oleh Pak Yuri Pradana.  Presentasi Pak Yuri dibagi menjadi 4 bagian :

  1. Definisi & fitur
  2. Project Life Cycle
  3. Atribut
  4. Peralatan & Teknik

 

Poin 1-3 biasanya dapat kita temui di perkuliahan ataupun buku. Saya ingin share mengenai poin ke-4 ‘Peralatan & Teknik’ yang terdiri dari :

  • QUAD Chart
    Chart yang sederhana dan sangat efektif dalam penentuan ruang lingkup pekerjaan – untuk menentukan apa yang harus dilakukan sebelum memulai proyek. Chart ini mampu memberikan gambaran keseluruhan proyek secara cepat.
  • Work Breakdown Structure
    Menjabarkan proyek menjadi aktivitas-aktivitas yang lebih sederhana.
  • Gantt Chart
    Diagram balok yang memperlihatkan perjalanan waktu kapan sebuah aktifitas dimulai dan selesai.
  • Network Diagram
    Diagram yang menunjukkan ketergantungan antara aktivitas-aktivitas yang ada dan urutan aktivitas mana yang harus dilakukan terlebih dahulu.

Sore harinya ada Leadership Insight dari Pak Andang Lukitomo, beliau sharing perjalanan karirnya sambil memberikan pandangan apa yang dia dapatkan di perjalanan tersebut dan menunjukkan video TED, kebetulan video tersebut adalah video TED favorit gw : Simon Sinek – How great leaders inspire action.

Sharing berakhir pada pukul 17:00 WIB dan dilanjutkan dengan briefing kompetisi usai makan malam. Dua puluh mahasiswa/i dibagi ke dalam 4 kelompok. Kompetisi yang diberikan adalah study case sebuah bank yang mengalami pertumbuhan dan merasakan bahwa nilai/value bank tersebut mulai luntur di antara karyawannya. Dengan kasus dan data yang disediakan, tugas kami adalah memberikan rekomendasi atas permasalahan yang terjadi.

 

Baca terus pengalaman DYLA hari berikutnya yang lebih seru, follow me on @WilliamLautama

Danamon Young Leaders Award (DYLA) – day 2

no comments

17 Desember 2012 – day 2

Pagi hari kami dibangunkan dengan suara nyaring speaker di setiap kamar. Kami berangkat naik bus menuju Jakarta untuk menghadiri kegiatan yang akan diselenggarakan di Gedung Graha Surya Internusa. Kegiatan DYLA diawali dengan pembukaan oleh Bapak Josef Bataona, Direktur Human Resource Bank Danamon Indonesia, Tbk. Peserta akan mendapat pembekalan dari beliau.

 

Discover Your Strength

Presentasi Pak Josef berjudul ‘How I Build my Leadership Path’ (http://josefbataona.com/) menceritakan perjuangan masa kecil beliau yang berasal dari pulau terpencil dan berani merantau ke Pulau Jawa untuk kuliah dan berkarir di Jakarta. Very touching & inspiring! *jaw dropped*

Key Success Story :

  1. Grab the moments
  2. Do my best in everything I do
  3. Different culture, different approach
  4. Managing Time
  5. Borderless working

Recommended book           : How to stop worrying & start leaving
Tips before daily activity     : Bicara di depan kaca & ucapkan “William, Kamu akan sukses!” 3x

Salah satu hal yang pernah dilakukan Pak Josef dalam mengubah budaya kerja di Bank Danamon adalah menerapkan Fish Fun Philosophy. FISH! Adalah cerita tentang bagaimana menemukan energi, semangat dan kreativitas yang mendalam yang ada pada diri kita, dengan belajar mencintai apa yang kita kerjakan. Bahkan satu kelompok kecil yang berkomitmen pun dapat mengubah seluruh lingkungan kerja kita. 

FISH! Berawal dari kisah nyata di Pike Place Fish Market, Seattle, Amerika, dimana karyawannya mempunyai cara unik untuk saling memotivasi dan menciptakan suasana kerja yang fun. Kisah ini tertuang dalam buku berjudul FISH, karangan Stephen C. Lundin dkk.  Konsep FISH! Diharapkan bisa memotivasi orang untuk bekerja secara FUN. 4 filosofi utama FISH adalah :

  1. Play
    Play tidak harus menghentikan pekerjaan, tapi lebih merupakan usaha menciptakan suasana kerja lebih menyenangkan. Dan ini bisa terjadi karena PLAY memicu kreatifitas tim, membantu kekompakan tim untuk mencapai hasil.
  2. Choose your Attitude
    Kalau saja setiap anggota tim sepakat untuk memilih perilaku positif selama jam kerja, bayangkan sendiri apa yang akan terjadi.
  3. Be There
    Kompak dengan sesama tim, sepenuh hati dalam melakukan pekerjaan apa pun, hadir secara fisik dan emosional pada saat dibutuhkan, memberikan dorongan semangat pada teman, dll.
  4. Make Their Day
    Ini merupakan upaya positif penuh sadar untuk membuat orang lain punya suasana hati menyenangkan sehingga hari-harinya akan penuh semangat.

Source :
http://www.portalhr.com/blog/josefbataona/fish-fun/fish-fun/
http://www.portalhr.com/blog/josefbataona/fish-fun/kunjungan-fish-dengan-berbagai-pesan/?utm_source=feedburner&utm_medium=email&utm_campaign=Feed%3A+portalhr%2FiofM+%28Blog+Josef+Bataona%29&utm_content=Yahoo%21+Mail

DYLA 2012 bersama Bapak Josef Bataona di depan kantor Danamon

 

Sesi berikutnya adalah sharing dari Pak Bhima mengenai Strengths Finder. Presentasi beliau sangat menarik membahas pendekatan ilmu tentang otak manusia ditinjau dari sisi psikologi, neuro-science, dan logika sederhana. Di dalam otak manusia terdapat sekitar 1011 (seratus miliar) neuron dan sinapsis. Setiap neuron memiliki rata-rata 7.000 koneksi sinapsis ke neuron lain. Otak seorang anak berumur tiga tahun diperkirakan memiliki sekitar 1015 sinapsis (1 quadrillion). Jumlah ini menurun sesuai dengan pertambahan usia hingga orang dewasa diperkirakan memiliki 1014 sampai 5×1014 sinapsis (source : wikipedia).

Setiap neuron dalam otak kita mewakili sebuah kata benda, kata sifat, kata kerja atau yang lainnya. Cara kerja neuron : jika mendengarkan kata ‘merah’ dan neuron di dekat telinga aktif artinya neuron tersebut mewakili warna ‘merah’ lalu sinapsis dari neuron tersebut akan menghantarkan sinyal ke neuron lain yang memiliki korelasi paling kuat dengan neuron ‘merah’, misalnya ‘berani’.

Dua buah neuron diibaratkan dua buah kota yang saling terhubung dengan sinapsis sebagai jalanan. Jika sinapsis tersebut sering digunakan, artinya kedua neuron saling berkomunikasi dengan frekuensi lebih tinggi, maka sinapsis tersebut akan semakin tebal sehingga ‘berani’ menjadi hal pertama yang ada di pikiran jika ada ‘merah’ dan sebaliknya, jika jarang digunakan maka sinapsis tersebut akan mengecil dan lama-kelamaan menghilang karena jarang sekali digunakan. Konsep ini menjelaskan apa yang terjadi di balik aturan 10.000 jam (Malcolm Gladwell, penulis buku Outliers). Jika kita belajar & latihan mengenai bisnis dan hal-hal yang berhubungan dengan bisnis selama 10.000 jam maka sinapsis kita seputar bisnis akan menebal dan kita menjadi ahli/master di bidang tersebut karena jam terbang yang tinggi.

 

Selanjutnya, peserta akan lebih mengenal Danamon melalui sesi Onboarding. Kami dikenalkan lebih dekat tentang Danamon : visi, value, karateristik pekerja dan pelatihan yang diberikan Danamon. Beberapa poin yang menarik dan saya catat :

Meeting culture          : Di meeting ada waktu 15 menit untuk mengkritik seseorang dan orang yang bersangkutan harus mendengarkan tanpa membalas → staf menjadi antusias meeting karena ingin mengkritik.

 

Peduli

  • saya merespon kejadian yang terjadi di sekitar kita
  • saya mengantisipasi peluang timbulnya masalah

Jujur

  • Saya berani berbicara sewaktu saya mengetahui adanya sesuatu yang tidak benar
  • Saya mengakui kesalahan pada saat saya salah

Mengupayakan yang terbaik

  • Saya tidak pernah menyerah untuk mencari solusi yang lebih baik
  • Saya menyelesaikan pekerjaan dengan kualitas terbaik
  • Saya bersedia mengambil resiko yang terukur & saya menyakinkan orang lain untuk mendapat dukungan 

Kerjasama

  • Saya wajib membantu partner kerja supaya sukses
  • Saya berpikir & bertindak win-win

 

GROW YOURSELF → GROW YOUR PEOPLE → GROW YOUR BUSINESS

 

Kegiatan hari pertama selesai dan semua peserta kembali ke Kampus Ciawi.

 

Baca terus pengalaman DYLA hari berikutnya yang lebih seru, follow me on @WilliamLautama